Perdana Menteri Jepang: Pertemuan Trump-Kim Awal Resolusi Komprehensif

Penulis: Willy Haryono Pada: Selasa, 12 Jun 2018, 18:37 WIB Internasional
Perdana Menteri Jepang: Pertemuan Trump-Kim Awal Resolusi Komprehensif

AFP

PERDANA Menteri Jepang Shinzo Abe menyambut baik ditandatanganinya dokumen kesepakatan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada KTT di Singapura, hari ini.

"Saya mendukung ini sebagai langkah awal menuju resolusi komprehensif berbagai isu terkait Korut," kata Abe, seperti dikutip dari AFP.

Dokumen yang diklaim Trump cukup "komprehensif" itu berisi empat poin utama, salah satunya mengenai denuklirisasi di Semenanjung Korea.

"Melalui pertemuan AS-Korut ini, niat Kim Jong-un untuk denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea telah dikonfirmasi secara tertulis," ujarnya.

Selain denuklirisasi, dokumen yang ditandatangani Trump dan Kim menyinggung mengenai repatriasi sejumlah tahanan perang dan orang-orang yang terbunuh dalam konflik bersenjata.

Terkait hal itu, Abe pun mengaku senang karena Trump telah mengangkat isu hak asasi manusia terkait penculikan sejumlah warga Jepang oleh Korut di era 1970 dan 1980-an. Meski, tidak ada pernyataan khusus mengenai orang-orang yang diculik Korut dalam dokumen. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More