Ketersediaan Tol Kikis Kemacetan Arus Mudik

Penulis: Tosiani Pada: Selasa, 12 Jun 2018, 08:45 WIB Mudik
Ketersediaan Tol Kikis Kemacetan Arus Mudik

Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komisaris Jenderal (Komjen) Syafruddin -- MI/ BARY FATHAHILAH

MODA transportasi yang digunakan para pemudik saat ini dinilai sangat memadai. Hal itu membuat aktivitas mudik menjadi lebih lancar.

Demikian disampaikan Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komisaris Jenderal (Komjen) Syafruddin saat memantau arus mudik di Stasiun Kereta Api Gambir, Jakarta, kemarin.

"Alhamdulillah transportasi publik sudah cukup dan sangat memadai sekarang ini ketimbang tahun-tahun lalu," kata Wakapolri.

Syafruddin memprediksi lonjakan penumpang arus mudik melalui Stasiun Gambir baru akan terlihat mulai hari ini dan pada Rabu (13/6). Pasalnya, lonjakan pemudik yang menggunakan kereta api baru terjadi menjelang Idul Fitri yang jatuh pada Jumat (15/6).

"Akan kelihatan besok (hari ini), saya kira besok atau paling tidak Rabu kalau Lebaran jatuh pada Jumat," urainya. Berdasarkan pemantauan kepolisian secara keseluruhan, menurut Wakapolri, arus mudik Lebaran kali ini cukup bagus. Hal itu didukung sejumlah ruas tol yang sudah tersambung hingga Semarang, Jawa Tengah.

Meski masih terdapat 100 km tol fungsional, jalan tersebut sudah bisa dimanfaatkan buat mudik sehingga kepadatan lalu lintas bisa terurai. Untuk menjaga kelancaran mudik, kepolisian menerjun kan 300 ribu personel.

Mereka, selain bertugas mengamankan aktivitas mudik, disiagakan untuk mengantisipasi ancaman terorisme. Karena kesiapan Polri tersebut, Wakapolri meminta masyarakat pemudik tidak khawatir.

Syafruddin menambahkan, berdasarkan pantauan arus mudik di Stasiun Gambir, biasanya lonjakan penumpang terjadi pada akhir pekan, yakni mencapai 7.000 penumpang.

Namun, di musim mudik seperti ini, jumlah penumpang sudah mencapai 20 ribu orang atau sekitar tiga kali lipat daripada kondisi normal. Angka tersebut terpantau, kemarin.

Terurai

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Setyo Wasisto mengungkapkan, menurut pemantauan, hingga kemarin arus mudik Lebaran masih tergolong lancar, terutama ke arah timur.

Padahal, sebelumnya kepolisian memprediksi kemacetan terjadi pada Sabtu (9/6) dan Minggu (10/6). Namun, prediksi itu meleset.

"Kalaupun ada yang tersendat, hanya sedikit. Secara keseluruhan, semuanya berjalan lancar. Jadi, tidak ada yang berhenti sampai berjam-jam. Hal ini didukung masa libur panjang sehingga masyarakat bisa memilih waktu mudik mereka. Kalau kita pantau, tadi pagi cukup padat karena cukup banyak yang mudik, tapi ada teman saya berangkat pukul 03.00 WIB, pukul 09.30 WIB sudah sampai di kampung halamannya di Brebes," kata Setyo.

Kondisi arus mudik yang lancar, kata Setyo, membuat dia sulit memprediksi kapan puncak arus mudik terjadi. Sebabnya, hampir semua ruas jalan terurai dan arus lalu lintas lancar. Dalam gambaran Setyo, puncak arus mudik ditandai dengan suasana kemacetan yang ekstrem. Namun, kondisi itu tidak didapati sekarang.

"Puncaknya agak susah diprediksi sekarang ini karena sudah terurai semua dan lancar. Kalau puncaknya itu kan pasti ekstrem, ternyata tidak. Ini landai-landai saja, jalan dengan sendirinya," tukasnya. (I-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More