90% Jalan Mudik Mantap

Penulis: Windy Dyah Indriantari Pada: Selasa, 12 Jun 2018, 07:35 WIB Mudik
90% Jalan Mudik Mantap

MI/SUSANTO
Pemudik menunaikan salat Magrib setelah berbuka puasa sekaligus beristirahat di tepi jalan ruas tol fungsional Pemalang-Batang kilometer 321 di kawasan Comal, Jawa Tengah, kemarin.

LEBIH dari 90% jalan nasional yang mencapai 48.000 kilometer dalam kondisi mantap dilalui untuk mudik. Khusus tol di pantai utara (pantura) Jawa, sepanjang 525 km dari total 760 km sudah beroperasi penuh, lengkap dengan sarana pendukung.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menegaskan hal itu dalam acara Opini 2 Sisi di Metro TV, kemarin malam.

"Kalau di tol pantura ini, insya Allah 2018 ini semua operasional. Jakarta-Surabaya 760 km. Ini kalau untuk mudik ada 525 km yang operasional, itu semua sudah lengkap sarana pendukungnya. Sisanya fungsional, belum dilengkapi sarana pendukung," ungkap Basuki.

Menurut Basuki, tol pantura hanya satu dari empat jalur yang bisa dilalui pemudik di Jawa. Tiga lainnya meliputi jalan pantura, jalur tengah, dan pantai selatan (pansela) Jawa. "Pansela ini juga sudah siap sampai ke Pacitan. Dari Pacitan sampai Banyuwangi memang baru kita mau mulai sekarang," tutur Basuki.

Ia mengingatkan, mudik tidak hanya terjadi di Jawa meskipun arus tertinggi terjadi di pulau tersebut. Hal itu wajar karena 60% penduduk bermukim di Jawa dan pergerakan manusia serta barang pun terbanyak di Jawa.

Di Sumatra, kondisi jalur lintas timur pun, kata Basuki, sudah cukup baik. Jalur itu dari Medan hingga Bakauheni. Ada pula jalur lintas tengah (jalinteng) dan jalur lintas barat (jalinbar).

Seorang pegawai BUMN, Dian Puspita, kemarin, menceritakan perjalanan mudik dirinya beserta keluarga dari Jakarta menuju Bengkulu.

Perjalanan tersebut dirasakan Dian lebih cepat, nyaman, dan menyenangkan. Salah satunya karena kehadiran tol.

Perjalanan dari Bakauheni ke Bengkulu ditempuh sekitar 12 jam. "Biasanya 16 jam. Ruas tol yang terbangun baru fase 1 saja sudah bisa memotong waktu tempuh cukup signifikan. Apalagi kalau Trans-Sumatra sudah selesai," ujarnya.

"Naik kapal sekitar pukul 12.00, turun kapal pukul 15.00. Cuma saat sandar saja agak lama karena antre," jelas dia.

Pengaturan

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan peng-aturan hari libur berimbas positif di samping sarana yang sangat laik dan memadai.

"Waktu libur Lebaran yang cukup saat ini memberikan dampak peningkatan kelancaran arus mudik. Ini bisa menjadi contoh baik untuk tahun berikutnya," terang Djoko, kemarin.

Menurut dia, kondisi jalur pantura dan pansela sudah laik. Namun, yang perlu dilakukan lagi ialah meningkatkan kelaikan jalur penghubung kedua jalur tersebut.

Djoko pun mengatakan masyarakat mengapresiasi kerja pemerintah. "Kondisi sekarang, Jakarta-Solo bisa ditempuh hanya membutuhkan waktu 16 jam dan itu tidak melalui tol. Bahkan di jalur lintas timur Sumatra, kita tidak menemui lubang. Itu luar biasa."

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya secara masif menginformasikan kepada masyarakat agar tidak menggunakan sepeda motor. Sampai saat ini, pengguna roda dua pun disebut turun 12%.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, kemarin, menyatakan arus mudik sudah menurun sehingga masyarakat bisa memilih jalur mana yang dikehendaki. Masyarakat pun dapat menentukan jalur dengan terlebih dulu memantau lalu lintas menggunakan aplikasi.

Ketua Posko Mudik Kementerian Perhubungan, Yugi, memprediksi puncak arus mudik terjadi pada hari ini dan Rabu (13/6). Hal tersebut karena mayoritas aktivitas industri dan perkantoran mulai memasuki waktu libur. (Cah/Hnr/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More