REI Harapkan Pengesahan RUU Pertanahan

Penulis: (Ant/S-2) Pada: Selasa, 12 Jun 2018, 01:30 WIB Ekonomi
REI Harapkan Pengesahan RUU Pertanahan

Ist

DEWAN Pengurus Pusat Realestat Indonesia (REI) berharap DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pertanahan menyusul aturan pembelian properti oleh orang asing di Indonesia.

"Kami masih mempersiapkan kerja sama dengan BPN untuk akreditasi petugas juru ukur kami," kata Wakil Ketua Umum Bidang Pertanahan DPP REI Adri Istambul Lingga Gayo ketika dihubungi Antara di Jakarta, akhir pekan lalu.

REI, menurut Adri, akan menjadi pemrakarsa dalam menyusun tata kelola kepemilikan properti oleh warga negara asing (WNA) bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang. "Kami ingin melibatkan instansi lain seperti Imigrasi, pajak, dan notaris/PPAT melalui panitia ad hoc sehingga akan keluar satu buku aturan yang baku," ucapnya.

Adri berharap aturan tentang pembelian properti oleh orang asing itu keluar ketika federasi realestat dunia, FIABCI, menyelenggarakan pertemuan di Bali pada 8 Desember 2018.

Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan pengesahan RUU Pertanahan akan memberikan kepastian hukum, kemudahan memperoleh sertifikat hak, penataaan hak dan guna tanah sesuai dengan reforma agraria sampai dengan pengaturan hak kepemilikan orang asing.

DPR RI telah memastikan RUU tentang Pertanahan menjadi salah satu RUU yang pembahasannya diprioritaskan dalam masa persidangan V tahun sidang 2017-2018 ini.

Sementara itu, dalam laporan kepada Menteri Sofyan Djalil, pekan lalu, Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata yang juga Presiden FIABCI Asia Pasifik mengatakan REI dalam menjembatani kepentingan anggota di daerah dalam pelayanan Kantor ATR BPN telah menugasi Wakil Ketua Umum Bidang Pertanahan Adri Istambul Lingga Gayo untuk keliling daerah.

"Kami audiensi hasil Kongres FIABCI di Dubai sekaligus mengundang Menteri ATR BPN sebagai narasumber dalam Desember FIABCI Meeting dan Global Summit Meeting di Bali, Desember," terang Soelaeman.

Ajang bisnis kelas dunia yang diperkirakan dihadiri sekitar 1.500 peserta tersebut akan berlangsung di Bali, 7-10 Desember 2018.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More