Titiek Undur dari Partai Golkar karena Berseberangan dengan Pemerintah

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Senin, 11 Jun 2018, 21:05 WIB Politik dan Hukum
Titiek Undur dari Partai Golkar karena Berseberangan dengan Pemerintah

Antara

POLITISI Partai Golkar Titiek Soeharto memutuskan keluar dari partai berlambang pohon beringin itu dengan alasan sudah tidak sejalan dengan pemerintah. Ia menegaskan meski sebagai pendukung pemerintah, Partai Golkar harusnya tetap bisa memberikan masukan dan kritik yang membangun. Ia begitu enggan melihat partainya itu hanya mengekor pemerintah tanpa pernah sedikitpun memprotes kebijakan.

"Saya ingin menjerit untuk protes dan menyuarakan hati nurani rakyat. Tapi, saya tidak dapat melakukan hal itu. Karena saya sebagai orang Golkar, partai pendukung pemerintah. Seharusnya Golkar sebagai partai besar, sebagai pendukung dan sahabat yang baik harus bisa memberi masukan mana hal-hal yang baik dan yg buruk kepada pemerintah, tidak hanya sekedar mengekor dan asal bapak senang," ungkapnya dalam keterangan tertulis kepada awak media, Senin (11/6).

Putri mantan Presiden Soeharto itu menegaskan merasa sangat prihatin dengan kondisi rakyat dan negara saat ini sehingga harus bersikap. Titiek mengungkapkan selain karena telah lama menjadi wakil rakyat, ia merasa memikul beban lebih sebagai anak dari mantan orang nomor satu di Negeri ini. Untuk mewujudkan sikapnya, ia pun memilih untuk pindah ke Partai Berkarya, partai yang didirikan oleh saudaranya sendiri Tommy Soeharto.

"Saya adalah anak biologis Presiden Soeharto. Saya tidak bisa berdiam diri untuk tidak menyuarakan jeritan rakyat. Oleh karena itu saya memutuskan untuk keluar dari Partai Golkar dan memilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya," tegasnya.

Titiek pun menyatakan siap melepas keanggotaannya di DPR yang didapat melalui kendaraan lamanya, Partai Golkar, pada Pemilu 2014 lalu. Ia turut mengucapkan terima kasih dan apresiasi bagi Partai Golkar yang sudah membesarkan namanya serta menegaskan Partai Golkar tidak mengalami kehilangan besar pasca dirinya keluar.

"Saat ini Golkar sudah memiliki begitu banyak politikus handal, Golkar tidak membutuhkan saya. Tapi saya sangat dibutuhkan oleh Partai Berkarya," tegasnya.

Kepindahan Titiek ke Partai Berkarya juga disertai dengan ambisi untuk meloloskan partai baru tersebut ke parlemen guna meneruskan aspirasi rakyat dan meneruskan kebijakan era Order Baru. Menurutnya hal tersebut berat tetapi bukan mustahil untuk dicapai dengan dukungan dari banyak pihak.

"Oleh karena itu kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat dan seluruh komponen Bbngsa, agar cita-cita dari Pak Harto dan para pendiri bangsa ini bisa segera terwujud,

Indonesia menjadi bangsa yang besar," tandasnya. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More