Indonesia Waspadai Tiga Nomor Pertandingan Bridge

Penulis: Budi Ernanto Pada: Senin, 11 Jun 2018, 20:20 WIB Olahraga
Indonesia Waspadai Tiga Nomor Pertandingan Bridge

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

GABUNGAN Asosiasi Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) merilis hasil pemantauan di Piala Asia 2018, Senin (11/6). Pemantauan tersebut adalah upaya Gabsi untuk memetakan kekuatan lawan yang akan dihadapi Indonesia di Asian Games 2018 pada Agustus mendatang. Gabsi mengirimkan Wakil Ketua Bidang Teknik Bert Toar Polii di Piala Asia yang digelar di India, 4-10 Juni kemarin.

Menurut Ketua Umum Gabsi Ekawahyu Kasih, di Asian Games nanti, pertarugan paling panas akan terjadi di tiga nomor pertandingan pasangan, yakni women pair, mixed pair, dan men pair. Ketiga sektor tersebut, dijuarai oleh tiga negara yang berbeda. Untuk nomor women pair juaranya dari Korea Selatan. Mixed Pair dari Jepang dan men pair dari Thailand.

“Pemain Tiongkok, baik putra dan putri tidak bermain di kategori pasangan karena itu dipertandingkan bersamaan dengan final men team dan women team. Tiongkok juara di men team, tapi, tim beregu putrinya kalah dari Taiwan. Hasil itu turut mengubah peta kekuatan women team Asia karena Taiwan jadi kekuatan baru,” jelas Ekawahyu.

Tiongkok, yang berpotensi jadi lawan berat Indonesia, tidak menurunkan wakil yang terbilang tangguh di Piala Asia tahun ini. Ekawahyu mengungkapkan, meski pemain yang dikirimkan berperingkat empat besar dunia, tapi performanya belum stabil.

“Apakah tim putri Tiongkok yang dikirim ke India sama dengan yang akan dikirim ke Asian Games? Mereka enggan menjawab. Selain itu, Indonesia juga harus waspada dengan India yang dinilai punya persiapan mereka cukup rapi. Kemudian, hampir semua negara dapat medali, kecuali Bangladesh, Srilanka dan Pakistan,” kata Ekawahyu. Indonesia yang mengirim pemain pelapis hanya kebagian medali perunggu di nomor pasangan putra melalui Apin Nurhalim/Stefanus Supeno.

Kendati demikian Ekawahyu tetap optimistis dengan target dua medali emas di Asian Games nanti. "Peluang medali emas untuk Indonesia sama untuk semua nomor pertandingan, baik men team, mixed team, super mixed team, men pair, women pair, dan mixed pair," kata dia.

Bahkan menurut Ekawahyu, peluang untuk merebut enam emas juga tetap terbuka. "Untuk sapu bersih tetap ada peluang, negara lain juga bisa juga sapu bersih khususnya Tiongkok. Namun sebagai tuan rumah, kita memiliki keuntungan motivasi yang lebih dan penguasaan lapangan atlet kita lebih baik. Termasuk faktor non teknis lainnya," pungkas dia. (OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More