BNI Bantu Alat Pendidikan Anak Yatim

Penulis: (AS/N-2) Pada: Senin, 11 Jun 2018, 23:30 WIB Nusantara
BNI Bantu Alat Pendidikan Anak Yatim

Antara

SEBANYAK 7.200 bingkisan dibagikan BNI untuk anak yatim dan yatim piatu di sejumlah daerah di Indonesia selama Ramadan. Senin (11/6), penyaluran 1.000 bingkisan di antaranya dibagikan di 20 desa pada Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

"BNI bukan hanya berbagi dengan anak yatim dan yatim piatu muslim, melainkan juga yang nonmuslim. BNI juga tidak melewatkan kesempatan untuk berbagi dengan anak-anak difabel," ungkap Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan.

Ia menuturkan bingkisan yang dibagikan BNI berisi alat pendidikan seperti tas dan alat tulis. Selain itu, dibagikan Alquran untuk memfasilitasi kebutuhan beribadah para anak yatim dan yatim piatu. "Lebaran tahun ini tidak jauh dari waktu mulainya tahun ajaran baru 2018/2019. Untuk itu, kami memberikan bingkisan yang nantinya akan bermanfaat bagi para anak yatim dan yatim piatu saat memulai sekolah," tuturnya.

Para penerima bingkisan terdiri atas anak usia taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama. "Anak-anak TK akan sangat bahagia mendapat tas dan alat baru," tambah Putrama.

Selain di Magelang, BNI juga telah memberikan santunan kepada anak yatim di berbagai daerah. Pemberian santunan itu antara lain bagian dari Kegiatan Amaliah Ramadan 1439 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, pekan lalu. Hadir pada kegiatan tersebut Direktur Kepatuhan BNI Endang Hidayatullah serta perwakilan dari Kementerian Agama dan Kementerian Sosial. BNI memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim.

"Pemberian CSR BNI pada Kegiatan Amaliah Ramadan 1439 H Masjid Istiqlal Jakarta merupakan salah satu cara untuk mengingatkan dan mengungkapkan rasa syukur atas karunia dan nikmat yang telah diberikan Allah," tutur Endang.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More