Pemudik: Perjalanan Lebih Cepat, Nyaman, dan Menyenangkan

Penulis: Henri S Siagian Pada: Senin, 11 Jun 2018, 20:14 WIB Mudik
Pemudik: Perjalanan Lebih Cepat, Nyaman, dan Menyenangkan

dok pribadi

PERJALANAN mudik 2018 ke Sumatra dirasakan lebih cepat, nyaman, dan menyenangkan. Salah satu penyebabnya ialah kehadiran jalan tol.

Seorang pegawai salah satu BUMN, Dian Puspita, saat dihubungi Media Indonesia, Senin (11/6), menceritakan perjalanan mudik dirinya beserta keluarga dari Jakarta menuju Bengkulu.
 
Dian dan keluarga meninggalkan Jakarta dengan mengendarai kendaraan pribadi pada Sabtu (9/6) sekitar pukul 07.00 WIB. Dan pada pukul 09.00, mereka tiba di Pelabuhan Merak, Banten.

"Naik kapal sekitar pukul 12.00, turun kapal pukul 15.00. Cuma saat sandar saja agak lama karena antre," jelas dia.

Dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, jelas dia, kendaraan memasuki ruas tol Sumatra fase 1 dan keluar tol di Kalianda, Lampung Selatan. Setelah itu, kendaraan melaju melalui jalur arteri.

"Kalau mudik tahun sebelumnya, dari Bakauheni ke Bandar Lampung bisa ditempuh antara 3 hingga 4 jam. Berkat tol, waktu tempuh menjadi cuma 1,5 jam," papar dia.

Dian dan keluarga menyempatkan diri untuk bermalam di rumah kerabat di Bandar Lampung sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalan arteri. "So far semua jalan bagus dan mulus banget," kata dia.

Dia menambahkan, perjalanan mudik kali ini juga sangat santai. "Santai dan menyenangkan banget. Hampir tiap satu jam perjalanan berhenti untuk istirahat atau salat. Dan sempat main di pantai di Kabupaten Lampung Barat," ujar dia.

Secara keseluruhan, lanjut Dian, perjalanan dari Bakauheni ke Bengkulu ditempuh sekitar 12 jam. "Biasanya sekitar 16 jam. Ruas tol yang terbangun baru fase 1 saja sudah bisa memotong waktu tempuh cukup signifikan. Apalagi kalau trans Sumatra sudah selesai," ujarnya. (A-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More