Membangun 1.313 Desa Mandiri Benih

Penulis: I Nyoman Widiarta Profesor Riset Kementerian Pertanian Pada: Selasa, 12 Jun 2018, 01:45 WIB Opini
Membangun 1.313 Desa Mandiri Benih

dok MI

PEMBANGUNAN pertanian dalam periode Kabinet Kerja 2015-2019 diarahkan untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Salah satu sasarannya berupa kemampuan bangsa mencukupi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri atau swasembada pangan.
    
Sesuai peta jalan menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045, sasaran swasembada berkelanjutan untuk beras ditargetkan tercapai di 2016, dan dipertahankan sampai menjadi lumbung pangan di 2045.

Peningkatan produksi padi ditentukan luas areal panen dan produktivitas. Varietas unggul dapat memengaruhi keduanya.
    
Varietas unggul dengan potensi hasil tunggi bila dibudidayakan dengan pendekatan pengelolaan tanaman terpadu spesifik lokasi sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Varietas umur genjah dan adaptif cekaman biotik/abiotik dapat memperluas areal tanam, seperti yang dilakukan dalam upaya khusus (upsus).
    
Ketersediaan benih bermutu sangat vital, sebagai pembawa keunggulan genetik varietas baru. Penggunaan benih bermutu dilihat dari benih besertifikat yang digunakan untuk padi baru mencapai 50,86% dari jumlah kebutuhan benih 349.540 ton yang dipasok produsen benih dari sistem perbenihan komersial. Sisanya dipenuhi dari benih asalan yang diproduksi masyarakat.
    
Penggunaan benih asalan tidak memungkinkan varietas baru untuk mencapai potensi hasil sesuai keunggulan genetiknya sehingga target peningkatan produktivitas dan produksi sulit tercapai. Langkah strategis Kementerian Pertanian dalam meningkatkan mutu benih yang diproduksi masyarakat dilakukan melalui pengembangan Desa Mandiri Benih (DMB) yang merupakan salah satu bagian dari Nawa Cita Kabinet Kerja. Pengembangan DMB Padi telah dilaksanakan sejak 2015, sampai dengan saat ini telah dikembangkan 1.313 unit DMB Padi.
    
Satu unit Desa Mandiri Benih Padi merupakan kegiatan produksi benih pada areal 10 hektare dengan bantuan alokasi dana Rp170 juta per unit yang diperuntukkan bagi: (1) Biaya pengadaan sarana produksi, biaya sertifikasi dan biaya processing. (2) Biaya pengadaan alsin pengolahan (processing) dan pengemasan benih. Lalu, (3) Biaya pembuatan gudang penyimpanan benih (minimal 40 meter persegi) dan (4) Biaya pembuatan lantai jemur (minimal 80 meter persegi).
     
Pengembangan DMB Padi diperkirakan meningkatkan proporsi benih bermutu dari 50,86% 2015 menjadi 66%. Meskipun ada benih yang diproduksi kelompok tani DMB yang tidak disertifikat karena digunakan sendiri.
     
Badan Litbang Pertanian melalui kegiatan Sekolah Lapang (SL) Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih, mengimplementasikan Model-DMB dalam kegiatan SL-DMB pada atau berdampingan dengan unit DMB Padi yang dikembangkan Ditjen Tanaman Pangan.
    
Model Desa Mandiri Benih dibangun menggunakan referensi Model Sistem Perbenihan Berbasis Masyarakat yang dikembangkan Consortium Unfavourable Rice Environment (CURE). Lalu, IRRI yang melibatkan jaringan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Balai Besar
Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), serta BPTP dan Kelompok Tani (Keltan) Mandiri Benih, berkoordinasi dengan unit pelaksana teknis terkait dengan seperti BPSB dan dinas pertanian di daerah.
   
Beberapa masukan untuk penyempurnaan implementasi Desa Mandiri Benih Padi agar kegiatan produksi benih berkelanjutan, berdasarkan pembelajaran Model-DMB, antara lain: (1) Berdasarkan pemahaman bahwa tidak semua petani/calon penangkar berminat berbisnis benih sehingga tujuan dan sasaran, kriteria lokasi dan kriteria petani pelaksana, serta luas areal penangkaran perlu disesuaikan dengan keinginan petani/calon penangkar.
   
Lalu, (2) Produksi benih didasarkan pemetaan kesesuaian varietas unggul adaptif spesifik lokasi dan sesuai preferensi konsumen. (3) Memanfaatkan jaringan UPBS Badan Litbang Pertanian untuk penyediaan benih sumber varietas unggul baru yang belum popular. Masukan selanjutnya, (4) Target produksi benih disesuaikan dengan pesanan pengguna, bukan berdasarkan estimasi luas lahan sawah di suatu desa. (5) Meningkatkan kemampuan produksi benih bermutu petani/calon penangkar dengan sekolah lapang, dipandu petugas lapangan melalui program-program penyuluhan dan inkubasi bisnis sehingga mampu mengelola produksi dan memasarkan benih secara berkelanjutan, dan (6) Perlu upaya peningkatan minat petani dilokasi Desa Mandiri Benih untuk menggunakan benih yang dihasilkannya, serta (7) Membangun kemitraan antara pelaksana kegiatan Desa Mandiri Benih dengan koperasi tani/produsen benih baik BUMN maupun swasta nasional.
 

 

 

 

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More