Hanya 17% Bus di Sulselbar Laik Jalan

Penulis: Lina Herlina Pada: Senin, 11 Jun 2018, 17:49 WIB Mudik
Hanya 17% Bus di Sulselbar Laik Jalan

ANTARA FOTO/Aditya Pradana

BALAI Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) telah memeriksa khusus atau ramp check terhadap bus-bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antarprovinsi (AKAP) di Kota Makassar.

Dari 268 bus yang diperiksa pada 28 Mei hingga H-7 lebaran, BPTD Wilayah XIX Sulselbar menemukan ada 222 bus yang tidak layak sementara yang laik jalan hanya sebanyak 46 bus atau sekitar 17%.

Kepala BPTD Wilayah XIX Provinsi Sulselbar Benny Nurdin Yusuf di Makassar, Sulsel, Senin (11/6), mengatakan dari 147 armada AKAP, hanya sembilan unit yang laik jalan dan 138 unit tidak laik jalan. Meskipun, dari armada yang tidak laik jalan, delapan unit diizinkan operasional dan satu unit harus menjalani perbaikan.

Adapun AKDP laik jalan 36 bus, tidak laik jalan 82 bus, diizinkan operasional 35 bus, dan satu unit mendapat peringatan/perbaikan.

Sedangkan untuk bus pariwisata yang laik jalan 1 bus, tidak laik jalan 2 bus, diizinkan operasional 1 bus, dan tidak ada yang harus menjalani perbaikan.

"Dari total 222 pelanggaran, 181 pelanggaran administrasi, pelanggaran teknis 121 kasus, dan unsur penunjang 2 pelanggaran," kata Benny.

Untuk pelanggaran administrasi terdiri dari buku uji tidak berlaku atau tidak ada, kartu pengawasan atau ijin trayek tidak sesuai dan tidak berlaku dan SIM pengemudi tidak sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan.

"Sementara dari segi pelanggaran teknis, hampir 80% pelanggaran teknis pada sabuk keselamatan yang tidak berfungsi dan 20% pada pelanggaran teknis ban kendaraan yang sudah gundul, ban cadangan, kaca depan, lampu mundur serta pemecah kaca," jelasnya

Benny mengeluarkan rekomendasi agar bus yang melanggar tersebut dilarang untuk dioperasikan atau dipakai mudik sampai bus tersebut sudah diperbaiki atau dilengkapi.

"Kita hanya bisa mengeluarkan rekomendasi, nanti terminal yang menindaklanjuti soal pelarangan," tutupnya. (A-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More