Allah Menyukai Musyawarah

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Senin, 11 Jun 2018, 08:47 WIB TAFSIR AL-MISHBAH
Allah Menyukai Musyawarah

MI/Duta
Quraish Shihab

TAFSIR Al-Mishbah kali ini akan membahas Alquran Surah Asy Syura ayat 1 sampai 8. Surah ini turun sebelum Nabi hijrah. Di dalamnya ada uraian tentang wahyu, tentang hari kemudian, dan uraian amat penting tentang akhlak. Bagaimana akhlak yang baik seorang muslim?

Surah ini sesuai namanya, Syura, mengarah pada makna musyawarah. Tidak mengherankan jika uraian pertama surah itu menyangkut wahyu karena musyawarah itu berusaha mengemukakan pendapat, mencari apa yang terbaik. Hal itu tidak bisa terlepas dari tuntunan wahyu.

Kalau kita berkata musyawarah, musyawarah itu memerlukan hikmah dan kekuatan. Maka wajar jika dikatakan Tuhan Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Bijaksana adalah langkah untuk meraih manfaat atau  menampik keburukan.

Manusia bijaksana adalah mereka yang melakukan sesuatu secara ilmiah dan ia sendiri mendekati kepada keyakinan atas kebenaran hal yang ia lakukan. Allah SWT Mahabijaksana dalam arti segala yang dilakukannya ialah benar dengan tujuan menghindarkan manusia dari keburukan atau untuk mengajak mereka mendapatkan kebaikan.

Satu hal, boleh jadi manusia yang mengatakan demokrasi berbeda dengan musyawarah tidak melihat pada substansi utama yang dikehendaki musyawarah dan demokrasi. Substansinya, pada Alquran, Syura diambil dari akar kata yang artinya mencari madu. Madu dihasilkan oleh lebah. Lebah tidak mau untung sendiri. Jika lebah menemukan bunga, ia akan menari-menari untuk memanggil lebah lainnya.

Lebah dilukiskan Nabi sebagai sifat mukmin. Lebah tidak hinggap kecuali di tempat yang bersih. Ia mengeluarkan sesuatu yang bermanfaat. Kalau menyengat pun, sengatannya obat. Jadi begitulah seharusnya makna dari musyawarah. Niatnya harus bersih untuk menghasilkan yang baik demi mencari kebenaran.

Mungkin orang yang berkata demokrasi berbeda dengan musyawarah karena mereka melihat ada penerapan demokrasi yang hanya ingin untuk kepentingan sendiri atau tidak bersih. Namun, pada prinsipnya agama berkata, apa yang tidak dapat dicapai seluruhnya, jangan ditinggal seluruhnya.

Islam adalah agama kasih sayang. Segala sesuatu yang dilakukan harus mengarah pada kebaikan dan kebenaran. Berilah kasih sayang kepada semua yang ada di bumi karena malaikat pun, ketika berdoa dan berzikir, tidak pernah membedakan manusia. Mereka berdoa untuk seluruh umat manusia agar setiap dosanya diampuni Allah SWT, baik yang beriman, munafik, maupun kafir.

Sayangilah seluruh yang ada di muka bumi karena semua diciptakan untuk kemaslahatan manusia. Seorang mukmin tidak akan pernah berdoa yang buruk kepada siapa pun dan berlaku buruk pada apa pun yang ada di kehidupannya.

Allah SWT menyatakan segala bentuk di langit dan bumi itu ditunjukkan untuk manusia, dalam arti bisa dimanfaatkan manusia. Akan tetapi, kata dimanfaatkan manusia tidak mutlak berarti untuk digunakan atau dimakan manusia.

Misalnya binatang yang haram untuk manusia, bisa jadi merupakan makanan bagi binatang halal. Kalau tidak ada yang haram, yang halal bisa musnah. Jadi, semua ada manfaatnya masing-masing. Karena itu, peliharalah semua yang ada di muka bumi, langit, dan seisinya. (Pro/H-1)

 

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Jumat, 22 Jun 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More