Tong Sampah Nyaring Bohongnya

Penulis: Mathias S Brahmana Pada: Senin, 11 Jun 2018, 00:45 WIB Opini
Tong Sampah Nyaring Bohongnya

Ist

PEMBELIAN tong sampah dari Jerman menjadi viral. Warganet tergelitik bukan saja karena harga satuannya dianggap kemahalan, yaitu Rp3,5 juta (US$253,62) per unit. Sikap Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan merespons pembelian 2.640 unit tong sampah itu juga membuat penasaran.

Ketika wartawan menanyakan kenapa harus jauh-jauh membeli tong sampah ke Jerman, Anies tidak menjawab pokok persoalan. Ia malah mendorong wartawan untuk meramaikan beritanya. Baru setelah beritanya viral, ia akan menanggapi dengan memberikan informasi yang mengejutkan.

Wartawan tentu penasaran dan bertanya apa ya kira-kira kejutan yang akan disampaikan Anies? Soalnya sejak memimpin Jakarta pada Oktober 2017, belum ada ide murninya yang mengejutkan masyarakat.

Sebutlah beberapa janji kampanye seperti membangun rumah tanpa uang muka atau down payment (DP) Rp0. Buktinya nyata. Proyek sudah diresmikan di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, tetapi pembangunannya masuk angin.

Program integrasi transportasi publik One Karcis, One Trip (OK-Otrip) yang dibangga-banggakan. Sopir angkot Jakarta bingung bahkan rugi sehingga meninggalkan OK-Otrip.

Warga yang dulu bebas mengadu kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, di era Anies disuruh ke kelurahan. Alasannya agar semakin dekat dengan tempat masyarakat mengadu.

Dari zaman kuda gigit besi pun warga Jakarta tahu rumah mereka lebih dekat ke kelurahan ketimbang Balai Kota DKI. Namun, warga tidak puas dengan cara kelurahan menangani masalah mereka. Mereka lebih percaya kepada Ahok yang bertindak cepat dan cerdas memberikan solusi. Untuk kecepatan dan kecerdasan itulah seorang pemimpin digaji besar.

Beda pemahaman antara Pemprov DKI dan Ombudsman perwakilan Jakarta Raya juga menjadi sorotan belakangan ini. Pemprov DKI janji akan membuka kembali Jalan Jatibaru Raya, Jakarta Pusat, setelah jembatan layang penghubung Stasiun Tanah Abang dengan Blok G dibangun.

Pembangunan dijanjikan dimulai setelah Lebaran. Nyatanya anggarannya pun belum diajukan ke DPRD DKI. Sekalipun anggaran perubahan diajukan setelah Lebaran, ceritanya masih akan panjang.

Bisa-bisa sebulan dua bulan lagi baru proyek dikerjakan. Itu artinya, sky bridge kemungkinan besar bisa beroperasi pada tahun depan. Ombudsman pun merasa dibohongi sehingga mendesak Pemprov DKI benar-benar membuka Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, selesai Lebaran.

Apa kira-kira yang mengejutkan dari Anies? Karena rindu dengan ide segar dan cerdas sang gubernur yang akan mengagetkan Ibu Kota, wartawan benar-benar menunggu penjelasan seputar tong sampah. Begitu mendapat kesempatan menanyakan masalah itu keesokan harinya di Balai Kota DKI, wartawan langsung memverifikasi janji Anies.

Ternyata doktor ilmu politik lulusan Northern Illinois University itu hanya mengulang pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji sehari sebelumnya. Anies bilang pembelian tong sampah merek Weber dari Jerman sudah berlangsung sejak 2017. Lho, penjelasan itu kan sudah dimuat di media cetak, media daring, dan elektronik.

Keberpihakan Anies kepada pribumi seperti yang ia janjikan malah digugat warganet karena kenyataannya lebih mengutamakan produk asing ketimbang lokal.

Memperkerjakan 73 anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dengan alokasi gaji sebesar Rp19,8 miliar pada APBD DKI 2018, tentu mengundang tanya. Ketua TGUPP dibayar Rp51,570 juta per bulan, lima ketua bidang TGUPP masing-masing digaji Rp41,220 juta per bulan, tapi tong sampah saja harus impor.

Masalah sampah Jakarta tidak akan selesai dengan membeli tongnya dari Jerman sekalipun negara itu juara Piala Dunia 2014. Warganet jadi ingat kembali kampanye Anies-Sandi yang janji memperbaiki mental warga Ibu Kota soal disiplin dalam persampahan.

Sudah delapan bulan Gubernur DKI berganti, mental warga belum berubah, masih sembarang buang sampah. Lantas mana realisasi kampanye? Warganet saran nih, di luar ketua dan lima ketua bidang TGUPP, kan masih ada 67 anggota, kerahkan mereka untuk mendisiplinkan masyarakat dalam persampahan.

Karena jumlah 67 kebanyakan, beberapa orang bolehlah mikirin cara memproduksi tong sampah murah dengan mutu impor. Mereka kan digaji besar buat mikir dan bekerja. Saatnya kerja kerja kerja. Jangan mikirin jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.**

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More