Mendagri Tegaskan KTP-e Djarot di Medan Tidak Palsu

Penulis: Ilham Wibowo Pada: Minggu, 10 Jun 2018, 18:06 WIB Pilkada
Mendagri Tegaskan KTP-e Djarot di Medan Tidak Palsu

MI/Susanto

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo merespons ihwal kepemilikan kartu tanda penduduk (KTP) Djarot Syaiful Hidayat di Medan, Sumatera Utara. Penerbitan kartu identitas itu dianggap sah.

Tjahjo membantah menerbitkan KTP palsu atas nama Djarot. Berkas telah diverifikasi melalui prosedur Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil agar dicetak sebagai KTP elektronik.

"Hasil penelusuran kami terhadap history data yang bersangkutan dalam database kependudukan menunjukkan KTP elektronik Bapak Djarot Saiful Hidayat adalah asli atau sah yang diterbitkan melalui prosedur yang benar," kata Tjahjo melalui keterangan tertulis, Minggu, 10 Juni 2018.

KTP-el Djarot diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan sesuai dengan UU Nomor 24 Tahun 2013. Kemudian SKPWNI/3174/01062018/0001 yang menjadi dasar penerbitan disebutkan terdapat perubahan data daerah asal dari Kota Administrasi Jakarta Selatan ke Kota Medan pada tanggal 1 Juni 2018.

"Data dan KTP elektronik yang bersangkutan di-update pada hari Senin, tanggal 4 Juni 2018 pukul 10.48 WIB oleh pemegang username nomor 1271budi," ucap Tjahjo.

Tjahjo juga membantah penilaian Camat Medan Polonia M Agha Novrian. Pergantian data domisili di KTP yang harus disertai surat pindah dari daerah asal untuk ditujukan kepada kelurahan dan kecamatan yang dituju dinilai tidak tepat.

"Hal itu juga menunjukkan bahwa tidak memahami perkembangan pelayanan Dukcapil yang tidak lagi mensyaratkan pengantar RT atau RW, lurah atau kades, dan camat dalam pengurusan dan penerbitan e-KTP, kecuali pengurusan dan penerbitan e-KTP untuk pertama," pungkasnya. (MTVN/OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More