RK-Uu akan Rebut Dua Dapil Padat Pemilih

Penulis: Bayu Anggoro Pada: Minggu, 10 Jun 2018, 17:39 WIB Politik dan Hukum
RK-Uu akan Rebut Dua Dapil Padat Pemilih

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

PASANGAN Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum berusaha merebut dua daerah pemilihan (dapil) di dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) Saan Mustopa di Bandung, Jabar, Minggu (10/6), memaparkan kedua dapil itu ialah Kabupaten Bogor dan dapil 7 yang terdiri dari Kabupaten Karawang, Purwakarta, dan Bekasi.

"Kalau di Bandung Raya, Rindu menang jauh," katanya.

Berdasarkan hasil survei, lanjut dia, perolehan suara pasangan Rindu di kedua dapil itu masih imbang dengan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. "Di sana pemilihnya banyak. Dan menurut lembaga survei, posisinya imbang antara nomor 1 (Rindu) dan 4 (Deddy-Dedi)," katanya.

Sehingga, Saan memastikan akan fokus meraih kemenangan di kedua dapil tersebut. Salah satu strateginya dengan mengerahkan kader partai yang memiliki popularitas yang tinggi untuk bersosialisasi di daerah tersebut.

Sebagai contoh, menurutnya, kader dan calon anggota legislatif (caleg) Partai NasDem akan dikerahkan untuk berkampanye di dapil tersebut. "Kita akan bertarung di Cianjur, Bogor, Sukabumi, dan Karawang. Kita akan kerahkan caleg-caleg populer ke sana," katanya.

Pilgub Jabar 2018 diikuti empat pasangan, yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang diusung oleh NasDem, PPP, PKB, dan Hanura. Lalu, pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan, Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. (A-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More