Pemudik: Mudik 2018, Rekor Waktu Tempuh Tercepat

Penulis: Henri S Siagian Pada: Minggu, 10 Jun 2018, 16:53 WIB Mudik
no-image.jpg

PEMUDIK mengaku sangat terbantu dengan pembangunan ruas tol trans Jawa. Waktu tempuh yang menjadi lebih singkat dan beragam fasilitas telah dipersiapkan bagi pemudik.

Hal itu diungkapkan pengajar Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Wildan Hakim yang sedang beristirahat di rest area ruas tol Solo-Nganjuk saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (10/6).

Wildan dan keluarga meninggalkan Jakarta pada Sabtu (9/6) sekitar pukul 13.30 WIB dengan tujuan akhir di Kediri (Jawa Timur). "Saya tiba di tol Semarang (Jawa Tengah) pada pukul 23.30. Sepertinya, ini rekor tercepat waktu tempuh dalam mudik. Mudik kali ini sangat lancar," kata dia.

Kendaraan, jelas dia, bisa dipacu hingga kecepatan rerata 100 kilometer per jam. "Ketika masuk ruas tol fungsional masih bisa 80 kilometer per jam. Memang pemudik belum ramai dan ruas jalannya sudah layak dilewati," kata dia.

Pemudik, sambung dia, bisa melakukan perjalanan tanpa henti melewati ruas tol. Dan pemudik yang kelelahan, sambung dia, telah tersedia banyak rest area yang dilengkapi mulai dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), musala, toilet, dan lainnya. "Paling tidak tiap 20 kilometer, ada rest area dadakan atau rest area yang baru selesai dan belum beroperasional. Pemudik juga sangat berminat menggunakan rest area setidaknya untuk mengisi bahan bakar," sambung dia.

Pihak PT Pertamina, lanjut Wildan, telah menyiapkan personel dan bahan bakar Solar Dex atau Pertamax dalam kemasan bagi pemudik. (A-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More