Soekarno-Hatta Tidak Siap Dukung Asian Para Games

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Minggu, 10 Jun 2018, 16:49 WIB Olahraga
no-image.jpg

BANDAR Udara Internasional Soekarno - Hatta dinilai tidak siap mendukung penyelenggaraan Asian Para Games 2018. Hal itu diungkapkan, Ketua Panitia Pelaksana Asian Para Games, Raja Sapta Oktohari saat ditemui awak media di Jakarta kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Okto menegaskan, kurangnya fasilitas bagi penyandang disabilitas di bandara Soetta menjadi salah satu kendala saat menyambut kedatangan para atlet dan offisial dari negara-negara peserta ASian Para Games 2018.

"Pada saat simulasi terakhir awal pekan kemarin kita pastikan bandara engga siap. Kita akan pakai Terminal 3 untuk menyambut kedatangan para atlet dan offisial, tetapi ternyata fasilitas di sana masih kurang," ujar Okto.

Okto menjelaskan, fasilitas yang tidak memadai diantaranya adalah lift penumpang. Terminal 3 Ultimate ternyata hanya memiliki dua buah lift untuk penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda.

"Untuk menerima 100 atlet memakai kursi roda jelas tidak akan cukup jika hanya menggunakan dua lift saja, masa mau tunggu-tungguan, kalau satu delay maka akan delay semua. Saat simulasi masih pakai dua lift itu berarti memang belum ada solusi dari pihak Angkasa Pura II," lanjut Okto.

Okto mengatakan, sebetulnya ada beberapa opsi solusi dari permasalahan tersebut. Namun, untuk mewujudkannya, kedua belah pihak harus duduk bersama membicarakan solusi terbaik.

"Sempat kami pikirkan inisiatif untuk membuat seperti penyambutan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat juara Olimpiade 2016, mereka di sambut langsung di depan pesawat tetapi engga semudah itu karena dari Korea Selatan saja itu akan diatang sampai tiga kloter. Kami khawatirkan saat test event nanti itu yang akan menjadi komplain utama dari negara-negara yang hadir," tandas Okto.

Menurut Okto, pihaknya sudah beberapa kali bersurat kepada pihak Angkasa Pura II sebagai bentuk ajakan untuk berunding bersama. Sayangnya, hingga saat ini tak ada respon positif dari operator Bandara Soetta tersebut.

"Di surat terakhir kita sudah sampaikan kepada mereka, dan saat simulasi juga pihak Angkasa Pura II hadir sehingga mereka seharusnya sudah tahu situasinya seperti apa. Tapi, untuk duduk bareng itu belum dan itu sangat diperlukan dalam waktu yang singkat ini, kami juga terus berkomunikasi dan sudah lapor ke Kementerian Perhubungan mudah-mudahan akan ada respon secepatnya," lanjut Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia tersebut.

Selain sarana di bandara, kendala lain yang harus diatasi adalah masalah tempat parkir di Wisma Atlet Kemayoran. Menurut Okto, tempat parkir masih belum cukup untuk menampung 90 bus yang akan digunakan saat pertandingan berlangsung.

"Tapi, kita lagi minta tempat di Kemayoran. Ini lagi kita cari solusinya ya untuk saat main games berlangsung Oktober mendatang," pungkas Okto. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More