Pemilih Pemula, Penentu Masa Depan Indonesia

Penulis: Iis Zatnika Pada: Minggu, 10 Jun 2018, 12:00 WIB MI Muda
Pemilih Pemula, Penentu Masa Depan Indonesia

BILIK suara dan kotak suara berlogo Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang silih berganti digunakan siswa MAN Tanjungpinang, Kepulauan Riau itu menjadi penanda pemilihan pengurus OSIS kali ini istimewa. Proses menimbang-nimbang calon pemimpin, memastikan kualitas figur, dan visi misinya, hingga akhirnya menghasilkan pasangan yang memimpin organisasi siswa itu juga menjadi wahana belajar bagi para pemilih pemula.

Bukan cuma mereka yang dipastikan akan memilih pada Pemilihan Walikota Tanjungpinang pada Juli 2018 ini, kegiatan mencoblos kertas suara, melipat, memasukkannya dalam kotak suara hingga akhirnya mencelupkan jari di tinta, juga jadi pengalaman berharga bagi siswa yang tahun ini belum cukup umur buat memilih, tetapi tentunya akan punya hak suara pada ajang demokrasi berikutnya.

"Pastinya seru pemilihan OSIS sekarang, bukan cuma karena saya dan pasangan yang menang, tapi karena kami dibimbing pihak KPU Kota Tanjungpinang. Dari awal, Pak Robby Patria, Ketua KPU Tanjungpinang, sudah menegaskan bahwa ini adalah tahapan belajar yang sangat penting untuk nanti kami memilih, karena salah coblos, risikonya bisa panjang," ujar Ikhsan Nanda Putra, sang Ketua OSIS terpilih.

Berawal dari penjaringan yang akhirnya menghasilkan tiga pasangan, seperti juga pemilu di dunia nyata, terseleksi tiga pasangan yang kemudian melakukan kampanye di lapangan sekolah. Ada pula materi kampanye, berupa poster yang salah satunya didesain dan dicetak sendiri oleh pasangan Ikhsan, Rizky Maedhatilla.

Ada 38 orang pengurus OSIS, siswa kelas 10 dan 11, yang dipimpin Ikhsan dan Rizky, dan program yang mereka kampanyekan di awal pun telah diimplementasikan. Ada bank sampah yang beroleh plastik dan kertas yang bisa didaur ulang sebanyak 5 hingga 6 kilogram per bulan, dengan harga jual Rp6.000 per kilogram. Ada pula acara wisuda penghafal Alquran yang diikuti 40 siswa yang juga mengundang siswa SMP sekitar sekolah, sekaligus untuk mempromosikan eksistensi MAN di antara calon pendaftarnya.

Punya hak pilih

Sementara buat siswa kelas 12, yang sebagian telah punya hak pilih pada pemilihan walikota, keseruan ini menjadi bekal buat percaya diri masuk ke bilik suara nantinya. Alhafis Nurrahman, siswa kelas 12, kini mengaku berencana segera memproses KTP elektroniknya, agar syarat untuk jadi pemilih bisa ia penuhi.

Begitu pula Nadia Tun Anisa, mantan pengurus OSIS ini pun telah mnegikuti saran Robby, mulai mencari informasi tentang tiga pasangan calon walikota yaitu Lis Darmansyah, Syahrul, dan Edi Safrani melalui media sosial. "Tapi, seperti yang dipesankan KPU, juga harus pintar-pintar memilah informasi, supaya tidak terjebak pada hoaks," kata Nadia.

Dari lapangan sekolah, para pemilih pemula itu merintis jalan buat memilih pemimpin, sekaligus belajar menjadi pemimpin masa depan. (M-1)

 

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More