Kisah Susi Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan Masuk New York Times

Penulis: Micom Pada: Minggu, 10 Jun 2018, 10:00 WIB Hiburan
Kisah Susi Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan Masuk New York Times

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminum kopi di atas "paddle board"

MENTERI Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, menjadi perhatian media asing saat New York Times menerbitkan sebuah artikel berjudul A ‘Little Bit of a Nut Case’ Who’s Taking On China pada Jumat (8/6).

Artikel yang masuk dalam kanal sosok di Asia-Pasific pada laman itu, menceritakan sosok Susi sebagai menteri yang berani mengambil kebijakan tegas dengan mengangkap dan menenggelamkan kapal-kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia, terutama dari Tiongkok dan Asia Tenggara.

Besarnya potensi kelautan Indonesia, membuat Susi tidak gentar untuk menyatakan perang kepada pencuri ikan yang memasuki teritorial perairan Indonesia.

New York Times menyebutkan bahwa sejak Susi menerapkan langkah tegas itu, setidaknya 10.000 kapal nelayan asing telah diusir dari perairan Indonesia. Kinerja perikanan nasional pun naik lebih dari dua kali lipat pada periode 2013 hingga 2017, menurut data pemerintah.

Kendati langkah Susi dalam menenggelamkan kapal asing pencuri ikan sempat diprotes karena memakan biaya dan mencemaskan investor, namun kinerja itu membuat Susi menjadi salah satu menteri populer dan disukai dalam kabinet Presiden Joko Widodo.

Laman New York Times juga mengangkat sosok lain Susi sebagai pemilik perusahaan penerbangan Susi Air yang gemar meminum kopi dengan kepribadian yang tegas dan apa adanya.

Penampilan Menteri KKP yang mengenakan kebaya rancangan desainer Anne Avantie dan berjalan anggun di atas panggung Indonesian Fashion Week, Maret 2018, juga diceritakan sebelum bagian akhir artikel itu. (Ant/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More