Kolaborasi Musik Klasik, Pop, dan Digital dalam Mega Konser Sekolah Musik Jakarta

Penulis: Thomas Harming Suwarta Pada: Sabtu, 09 Jun 2018, 20:40 WIB Hiburan
Kolaborasi Musik Klasik, Pop, dan Digital dalam Mega Konser Sekolah Musik Jakarta

Ist

PENAMPILAN tidak biasa disajikan oleh para siswa Sekolah Musik Jakarta dalam Mega Konser The New Sound of YMJ (Yayasan Musik Jakarta) di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (9/6) sore.

Jika selama ini para siswa sering bermain di genre musik klasik, melalui konser ini para siswa memberi warna baru berupa perpaduan dari berbagai jenis musik mulai dari klasik, jazz, pop, hingga digital musik yang saat ini terus berkembang.

"Pada intinya kita ingin mendorong adanya kolaborasi jenis musik melalui konser ini. Kalau dulu ada pengkotak-kotakkan, yang klasik sendiri, jazz, pop, nah sekarang kita ingin mengenalkan suatu nuansa beda yaitu kolaborasi dari semua itu dan sebenarnya itulah masa depan musik kita ditambah sentuhan digital musik yang tengah berkembang saat ini," kata pendiri Sekolah Musik Jakarta Kuei Pin Yeo, saat ditemui usai konser.

Menurut doktor dalam bidang musik lulusan Sekolah Musik di Amerika Serikat tersebut, masa depan musik adalah kolaborasi musik terutama melalui sentuhan digital musik.

"Itulah juga kenapa kami menekankan para siswa kami agar tidak hanya menguasai satu alat musik saja tetapi minimal tiga alat musik lalu membiasakan diri bermain bersama agar melatih diri dalam kolaborasi musik. Termasuk jenis musik yang dipelajari sangat beragam mulai dari klasik, pop, jazz dan yang lainnya," jelas Kuei Pin Yo, yang tercatat sebagai orang Indonesia pertama peraih doktor dalam bidang musik.

Dengan memadukan musik digital dengan aneka platform musik, kata dia, secara tidak langsung anak-anak Indonesia yang memiliki bakat di bidang ini siap untuk bersaing di tingkat global.

"Kolaborasi musik adalah masa depan musik. Dan kami siapkan mereka ke arah sana," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama pendidik Sekolah Musik Jakarta Patricia Amelia mengungkapkan dengan adanya kolaborasi dengan digital musik, karakter musik klasik bisa keluar dengan warna yang agak sedikit berbeda.

"Demikian juga dengan pop dan jazz. Intinya ya di kolaborasi musik digital itu yang mau kita perkenalkan dengan konser ini," sambung Amelia.

Dalam konser ini beberapa lagu yang dibawakan dalam bentuk kolaborasi musik antara lain Ave Verum Corpus dari WA Mozart, Lagi Arti Kehidupan, twinkle twinkle song of the wind, Magic Flute, Pizzzocato Polca dari J Strauss, medley lagu anak Indonesia, All Good yang diaransemen para siswa, Etude Op 10 No 8, dari F Chopin, dan ode to Joy dari LB Beethoven, serta beberapa instrumen dan lagu lainnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More