Dishub Kota Bogor Prediksi Jumlah Pemudik Menurun

Penulis: Antara Pada: Sabtu, 09 Jun 2018, 19:20 WIB Mudik
Dishub Kota Bogor Prediksi Jumlah Pemudik Menurun

ANTARA

DINAS Perhubungan Kota Bogor, Jawa Barat, memprediksi jumlah pemudik angkutan umum Lebaran Tahun 2018 ini mengalami penurunan seperti tahun-tahun sebelumnya yakni sekitar 6%.

"Prediksi jumlah pemudik angkutan umum tahun ini menurun sekitar 6%," kata Jimy Hutapea, Kepala Bidang Angkutan, Dishub Kota Bogor,
kepada Antara, Sabtu (9/6).

Menurut Jimy, Dishub Kota  Bogor telah menyiapkan armada yang  akan melayani pemudik di Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah. Total ada 451 unit armada angkutan Lebaran dengan jumlah kursi yang tersedia sebanyak 18.000 kursi untuk jurusan AKAP maupun AKDP.

Ia mengatakan, jumlah ini relatif berkurang karena ada beberapa perusahaan otobus yang tutup akibat bangkrut.

"Penurunan penumpang tahun ini semakin mempertajam tren penurunan angkutan umum tiga tahun terakhir terus menurun," katanya.

Penyebab penurunan ini, karena tingkat ekonomi masyarakat yang meningkat, rata-rata memiliki mobil, dan adanya program mudik gratis dari pemerintah.

"Masyarakat kita sudah banyak yang punya mobil, kalaupun mau mudik lebih memilih sewa mobil atau ikut program mudik gratis  pemerintah," katanya.

Hari ini. Pemerintah Kota Bogor memfasilitasi 440 warganya untuk mudik ke kampung halaman dengan program mudik gratis dari Dishub Provinsi Jawa Barat.

Program mudik gratis Dishub ini melayani rute mudik ke Solo dan Yogyakarta. Total ada 10 armada yang diberangkatkan dari GOR Padjadjaran. Sebelum diberangkatkan, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine kepada sopir dan kondektur bus, agar kondisi mereka benar-benar fit untuk melayani mudik Lebaran. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More