Hari Raya Berbalut Tren Cetak

Penulis: Suryani Wandari Putri Pada: Minggu, 10 Jun 2018, 00:20 WIB Weekend
Hari Raya Berbalut Tren Cetak

Dok. IVAN GUNAWAN/BUTTON SCARVES/KAMI IDEA

APA jadinya jika motif kotak, polkadot, dan garis dituangkan dalam satu busana? Dengan penempatan yang apik serta warna yang mayoritas monokrom, hasilnya ialah busana yang atraktif, tapi tetap tidak terlihat berlebihan.

Itulah yang hadir dalam koleksi terbaru Hannie Hananto yang diperagakan di acara FIMELA Fuchsia Market 2018, Sabtu (26/5), di Jakarta. Dalam koleksi yang merupakan busana muslim itu, motif garis baik horizontal maupun diagonal serta motif polkadot dihadirkan pada baju berpotongan longgar. Sementara itu, motif kotak dihadirkan pada kerudung.

Untuk motif-motif tersebut, Hannie hanya menggunakan warna putih dan biru tua. Dengan begitu, meski berukuran besar, penggunaan motif tersebut tidak membuat tampilan jadi memusingkan. Sebagai efek kejutan, Hannie menyelipkan warna kuning ataupun merah pada kerudung maupun pada beberapa bagian baju, seperti pada lengan maupun dada. Pada busana lain, Hannie memilih menampilkan motif cetak bangunan. Tampilannya pun dibuat tetap seimbang dengan dominasi warna biru tua yang memberikan efek meredakan keriuhan motif.

Dalam konferensi pers, Hannie menjelaskan gaya busana yang ditampilkan itu menyesuaikan dengan tren payet yang sudah berlalu. “Kalau melihat perkembangan fashion muslim ini, ya, itu sudah mulai meninggalkan bentuk-bentuk yang tradisional, yang lama. Kayak baju harus putih, payet-payet, kaftan,” ucap desainer yang juga berhijab ini. Soal potongan busana, Hannie pun sebenarnya tidak meninggalkan kaftan. Namun, ia memberikan efek berbeda dengan tambahan kerah ataupun kancing pada lengan.

Pada kerudung, tren cetak bahkan sangat melejit sejak tahun lalu. Di media sosial (medsos), khususnya Instagram, banyak bermunculan label kerudung yang khusus mengusung trent cetak.


Kerudung

Dua dari banyak label hijab yang digandrung i karena motif cetaknya yang apik ialah Kami Idea dan Button Scarves. Koleksi kerudung Kami Idea serupa dengan koleksi busananya yang memang sudah terkenal, yakni banyak mengangkat warna-warna dan motif alam. Untuk Lebaran ini, kami mengeluarkan koleksi kolaborasi dengan selebritas maupun selebgram (selebritas Instagram). Koleksi bertajuk Raline yang merupakan hasil kolaborasi dengan Raline Shah didominasi warna cokelat dan biru tua dengan cetak bunga atau ranting yang manis sekaligus elegan.

Sementara itu, koleksi Aloha merupakan kolaborasi Kami dengan selebgram Dwihanda dan Mega Iskanti. Aloha menampilkan keindahan persahabatan yang memang terkenal dari kedekatan Dwihanda dan Mega. Beberapa motif yang ada di koleksi ini ialah motif garis atau ombak yang abstrak. Tampilan cetak yang manis juga terlihat di koleksi Button Scarves.

Cetakannya memadukan beragam motif mulai motif geometris yang mirip motif batik mega mendung, hingga motif bulan, bintang dan khas arsitektur Turki. Linda Anggreaningsih, Owner Button Scarves, mengatakan mereka sudah menggunakan teknik cetak sejak sebelum tren muncul. “Saat itu kami yang pertama kali mengeluarkan kerudung dengan motif pada tepiannya sehingga kini banyak yang ngikutin juga,” kata Linda, Rabu (30/5).

Begitu melejitnya tren kerudung cetak bisa dilihat dengan ambil bagiannya para desainer top dan selebritas. Ivan Gunawan menawarkan kerudung cetak dengan corak India dalam koleksi kerudung hijabnya. “Saya menempatkan tone warna dalam satu kerudung sehingga wanita yang menggunakannya sangat mudah memadupadankan dengan busana yang dipakai,” kata Ivan Gunawan seusai peluncuran baju Fatamorgana, Rabu (25/4).

Selain Ivan, ada Syahrini dan dua sahabat Inneke Koesherawati dan Marini Zumarnis yang memproduksi kerudung dengan label Inneke Marini.


Tenun

Di tengah tren cetak, busana yang mengusung keindahan tenun tetap memiliki penggemarnya tersendiri. Busana ini terlihat dalam koleksi Wignyo Rahadi, Deden Siswanto, dan Ali Charisma. Dengan tema Violetaria, Wignyo Rahadi menggambarkan romantisme dengan mengeksplorasi warna ungu pada material tenun ATBM (alat tenun bukan mesin) dari Sukabumi. Tenun itu diwujudkan menjadi abaya, cape, tunik, dan celana kulot yang dipermanis dengan ornamen lipit.

Yang unik, dalam setiap busana Wignyo telah menyisipkan semacam hoodie yang fungsinya sebagai kerudung. Penggunaannya yang simpel membuat tampilan sporty tapi tetap elegan. Sementara itu, Deden Siswanto menghadirkan tenun sebagai outer dalam gaya busana yang bertumpuk dan bersentuhan bohemian.

Di sisi lain ada pula kesan edgy yang hadir dengan paduan kemeja dan bahan tile berwarna hitam. Tampilannya cocok untuk Anda yang berani tampil beda di hari raya.  (M-2)

 

 

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More