Berbagi tanpa Menunggu Materi

Penulis: Despian Nurhidayat Pada: Sabtu, 09 Jun 2018, 14:00 WIB Humaniora
Berbagi tanpa Menunggu Materi

MI/SUMARYANTO BRONTO

PADA episode kali ini Kick Andy menghadirkan tiga komunitas yang melakukan segala kegiatan mereka hanya berdasarkan keikhlasan. Mereka tidak menunggu kelebihan materi untuk bisa berbagi dengan orang lain.

Di awal segmen Kick Andy, diperkenalkan tujuh perempuan. Mereka hadir ke panggung yang dilengkapi dengan lima kursi.

Host Kick Andy, Andy Noya, pun menantang penonton yang berani menduduki tempat duduk di panggung tanpa ia memberikan penjelasan mengenai hal yang akan dilakukan. Rasa penasaran pun tergambar di wajah para penonton.

Setelah kelima penonton yang berani terkumpul, barulah dijelaskan mereka akan dicukur lima perempuan tersebut. Mereka nyatanya tergabung dalam kelompok Pangling atau kepanjangan dari Pangkas Keliling.

Kelompok ini sebenarnya terdiri atas 10 perempuan asal Bandung, Jawa Barat. Gerakan mereka berawal dari keyakinan penampilan menarik semestinya dapat dimiliki setiap orang tanpa membedakan status sosial.

Penampilan yang baik dan menarik itu bukan hanya untuk kepentingan estetika, melainkan dapat menebarkan semangat dan aura positif.

Dengan begitu, berbagai kesempatan baik juga dapat terbuka. Agar layanan mereka dapat mencakup semua kalangan, Kelompok Pangling ini mempunyai jargon 'cukur bayar dengan senyuman'. Pangling yang digawangi Raisa memang tidak memungut biaya sama sekali.

Terbentuk sejak 28 mei 2017, ke-10 perempuan ini diakui Raisa sering main bareng dan menghabiskan waktu bersama. "Kebetulan ketika sudah keluar dari pekerjaan, kami memiliki ide untuk membuat Pangling," tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan awalnya mereka ingin mengkhususkan gerakan sosial itu kepada kaum tunawisma. Namun, karena khawatir akan kesan segmented di masyarakat, mereka memutuskan memberikan layanan cukur kepada siapa pun dari kalangan mana pun.

Jika mereka mendapatkan keuntungan dari beberapa pelanggan yang membayar, mereka akan mengalokasikan dana tersebut ke alat-alat untuk kepentingan Pangling dan juga dialokasikan kepada kegiatan amal sosial.

Pada saat ini Pangling masih beroperasi di sekitar Bandung saja. Untuk operasionalnya, Pangling juga masih menggunakan peralatan cukur biasa, termasuk gunting. Raisa berharap gerakan mereka dapat menyebar ke seluruh Indonesia.

Sepenuh Hati

Meski cuma-cuma, Pangling tetap memberikan layanan sepenuh hati selayaknya yang diberikan para pencukur profesional. Saat ini gerakan kelompok Pangling bisa ditemui di ruang-ruang publik di Kota Bandung, seperti di Taman Vanda, Taman Cibeunying, dan Taman Cikapayang.

Proses mencukur pun dilakukan di mana saja di taman-taman tersebut. Sebab itu, jika tidak ada kursi atau alas duduk pun, mereka tidak ragu duduk di undak-undakan atau tempat lain yang layak untuk berkegiatan.

Aktivitas mereka juga bisa dilihat melalui akun Instagram @_pangling. Dari situ pula terlihat bagaimana kebahagiaan bukan hanya terpancar dari wajah orang-orang yang mendapat layanan, melainkan juga para anggota Pangling.

Gaya cukuran rambut yang diberikan pun menyesuaikan dengan gaya dan usia para penerima layanan. Sebab itu tidak mengherankan ada gaya cukuran rambut selayaknya anak muda zaman kini.

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More