Alquran sebagai Obat Hati

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Sabtu, 09 Jun 2018, 13:00 WIB Humaniora
Alquran sebagai Obat Hati

ALLAH menyebutkan kata hati dalam Alquran dengan beragam bentuk kalimat dan sasarannya. Bahkan jumlahnya tidak kurang dari 100 ayat. Dia menyebut hati yang berhubungan dengan hati Rasulullah SAW, hati orang-orang beriman, dan hati manusia pada umumnya.

Rasulullah SAW juga menjelaskan masalah halal, haram, dan syubhat sebelum menyinggung perihal hati. Hal ini menarik dicermati. Masalah halal, haram, dan syubhat bukan persoalan hukum semata,

Ketiganya dapat memberikan pengaruh luar biasa bagi kondisi hati., sedangkan hati dapat memberikan pengaruh kebaikan maupun keburukan.

Orang yang selalu berusaha menjaga diri agar tidak terjerumus dalam tindakan-tindakan syubhat dan apalagi haram bukan hanya menyelamatkan

diri dari implikasi hukum yang dapat dikenakan terhadapnya, melainkan juga telah membersihkan dan menyucikan hatinya dari noda dosa.

Sebaliknya, orang yang mengakrabi perkara syubhat dan halal sama saja dengan menodai dan mengotori hatinya. Padahal, orang yang hatinya kotor akan sulit mendapatkan ketenangan dan ketenteraman.

Buku setebal 200 halaman ini akan mencoba membahas mengapa dan bagaimana bisa hati yang dimiliki manusia sampai dalam tingkat kelelahan yang tidak terkira? Secara rinci penulis bahkan membeberkan solusi ketika kelelahan melanda hati.

Meskipun tema besar yang diusung buku ini mengenai cara mengatasi hati yang lelah, penulis berusaha memperkaya pembahasan sehingga buku ini bisa dinikmati banyak kalangan. Baik pembaca yang sedang menghadapi problem hati maupun yang tidak supaya mereka sama-sama dapat mengambil ibrah.

Dalam buku setebal 200 halaman ini, ada tiga kata kunci yang menjadi sorotan utama penulis, yaitu Alquran, hati, dan hati yang lelah. Karena itu, pembahasan dalam buku ini diawali dari pandangan Alquran tentang hati.

Dalam penjabarannya, penulis membagi halaman buku ini dengan 4 bab pokok utama persoalan hati. Bab pertama, ada banyak macam profil hati yang diuraikan, tentunya dengan penguatan ayat Alquran sebagai pedomannya.

Mulai soal yang tenteram, hati yang sedih, hati yang takut, hati

yang keras, hati yang tertutup, hati yang gemetar, hati yang pecah, hingga hati yang puas.

Dengan banyak ayat Alquran yang menyinggung masalah hati, itu menunjukkan hati memiliki peran yang sangat penting walaupun penyebutan hati dalam Alquran terkadang memang dimaksudkan untuk menunjukkan akal, pikiran, dan tempat bersemayam kesedihan dan kegembiraan.

Pada bab 2, penulis menjelaskan faktor-faktor penyebab lelahnya hati. Satu per satu permasalahan itu ia rincikan, mulai sifat tinggi hati, rendah diri, marah, serakah, kikir, ingkar janji, egois, makanan haram, dan melakukan dosa pada tiga tempat.

Penyebab hati lelah

Hati sebagai bagian penting dalam diri manusia membutuhkan penanganan yang tepat saat ia kelelahan. Pada halaman 60, penulis menjabarkan di antara faktor yang menyebabkan hati lelah ialah merusak silaturahim.

Padahal, Islam sangat menjunjung tinggi ajaran silaturahim dan mencela orang-orang yang merusaknya.

Anjuran membangun silaturahim dalam Islam dimaksudkan untuk menjalin kehidupan yang harmonis dan penuh kedamaian. Tidak mengherankan, merusak silaturahim merupakan salah satu faktor yang dapat melelahkan hati.

Dewasa ini, silaturahim menjadi hal yang sangat dipertaruhkan, terutama setelah munculnya berbagai media sosial. Di media sosial, orang sangat mudah berperang opini bahkan dengan cara-cara yang tidak sehat.

Mereka beradu argumentasi tanpa dilandasi etika komunikasi yang baik, justru dipicu semangat kebencian, kemarahan, dan faktor lain.

Bahasa-bahasa kebencian, meskipun disampaikan melalui media sosial atau dunia maya, cepat atau lambat akan menodai nilai-nilai silaturahim.

Tidak mengherankan, ada yang bermusuhan hanya gara-gara melontarkan komentar nonetis di media sosial.

Selanjutnya, pada bab 3, penulis memberikan gambaran dalam menghibur hati yang lelah dengan selalu dekat dengan Alquran.

Pembahasannya, mulai Alquran sebagai busyra, Alquran sebagai ilmu, Alquran sebagai syifa, Alquran sebagai haq, dan Alquran sebagai shiraathun.

Dalam bab 4 atau terakhir, penulis menceritakan Alquran dan kisah-kisah pelipur hati. Ada beberapa kisah yang diceritakan melalui riwayat hadis Bukhari, riwayat Abu Said Al Khudri, kisah Ibnu Qayyim, kejadian di Maroko hingga kisah musisi Yusuf Islam.

Surat penyembuh

Sejatinya, semua ayat Alquran ialah obat yang bisa menyembuhkan. Namun, ada beberapa ayat atau surah dalam Alquran yang lebih dikhususkan karena memiliki keutamaan sebagai obat penyembuh, misalnya, surah Alfatihah.

"Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian" (Al-Israa: 82).

Ada beberapa ayat lain yang juga memiliki keutamaan sebagai obat dari penyakit fisik dan jiwa, misalnya, surat Al-Muwadzatain, Al-Falaq, An-Naas, dan ayat kursi untuk mengobati sihir.

Tidak banyak orang yang menumpahkan kegelisahannya dengan bersimpuh di hadapan Allah SWT melalui sujud, zikir, dan doa sebagaimana hanya sedikit orang yang coba mencari solusi atas permasalahan hidupnya dengan membaca Alquran.

Alquran hanya dibaca ketika sempat, sementara pada hari-hari yang penting-penting dan penuh kesibukan, kitab suci itu dibiarkan begitu saja. Padahal, Alquran ialah firman Allah yang memberikan petunjuk ke jalan kebaikan dan keselamatan.

Membaca Alquran merupakan perbuatan yang terpuji dan dihormati. Sebab, perbuatan mulia itu dapat menjadi langkah awal bagi seseorang untuk mengontrol kehidupan. Membaca Alquran tak ubahnya melangkah kaki ke jalan yang diridai Allah SWT.

Jika membaca Alquran sedemikian mulia, mengapa kita justru menjauh saat menghadapi masalah?

Padahal Alquran disebut Rasulullah SAW sebagai jamuan dari Yang Maha Penyayang. Sungguh beruntung orang yang bersegera mendatangi jamuan istimewa dari Yang Maha Kuasa. Kelezatan yang menjadi penawar segala duka dan nestapa.

Buku ini mempermudah Anda memahami kegelisahan dan persoalan kelelahan batin. Karena hati bersifat rohaniah, mengatasi kelelahan hati pun harus melalui terapi rohaniah pula.

Judul: Quranic Healing, Alquran Penghibur Hati yang Lelah
Penulis: Ibnu Rusydi al-Maswani
Penerbit: Laksana
Terbit: 2018
Tebal: 200 halaman

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More