Kolombia Peluang Lampaui Pencapaian Terbaik

Penulis: Budi Ernanto Pada: Sabtu, 09 Jun 2018, 00:25 WIB Sepak Bola
Kolombia Peluang Lampaui Pencapaian Terbaik

AFP

DALAM persaingan sepak bola di kawasan Amerika Latin, Kolombia memang bisa dikatakan tidak masuk hitungan. Brasil dan Argentina serta Uruguay selama ini disebut sebagai raja Amerika Latin.

Memang Kolombia tidak memiliki konsistensi dalam setiap penampilan. Kadang mereka tampil mengejutkan, tapi kadang tampil seperti negara yang baru saja belajar sepak bola.

Piala Dunia 1990 menjadi bukti bagaimana tangguhnya Kolombia jika sedang dalam kondisi terbaik. Saat itu Kolombia melaju hingga babak 16 besar.

Dengan para pemain generasi emas, seperti Rene Higuita, Carlos Valderrama, ataupun Faustino Asprilla, Kolombia di era 1990-an memang begitu disegani. Sayangnya, masa kejayaan itu tidak terlalu awet, terutama setelah Piala Dunia 1998.

Selama tiga kali beruntun, negara bekas jajahan Spanyol itu tidak ambil bagian di turnamen sepak bola empat tahunan tersebut karena tidak lolos kualifikasi. Baru sejak ditangani Jose Pekerman pada 2012, Kolombia seolah mendapat angin segar. Di babak kualifikasi Piala Dunia 2014, Los Cafeteros mencatatkan 9 kali kemenangan, 3 hasil kali seri, dan 4 kali kekalahan dengan 30 poin dan lolos ke Brasil.

Sementara itu, di kualifikasi Piala Dunia 2018, Kolombia, yang kini menduduki peringkat ke-16 dunia, berada di urutan keempat di bawah Brasil, Uruguay, dan Argentina dengan 27 poin. Negara Amerika Latin itu mencatatkan 7 kemenangan, 6 kali hasil seri, dan menelan 5 kekalahan. Di klasemen zona Conmebol, Kolombia turun peringkat karena Brasil kembali ikut babak kualifikasi. Di Rusia, Kolombia akan menempati Grup H bersama Jepang, Senegal, dan Polandia.

Walau diunggulkan, Pekerman mengatakan seluruh tim punya peluang yang sama untuk lolos dari fase grup. Dia pun menekankan dirinya mengusung misi untuk meningkatkan kemampuan anak asuhnya.
"Kami tahu siapa saja tim lawan. Kami tahu bagaimana karakter mereka di lapangan," kata Pekerman.

Target semifinal
Bintang Kolombia James Rodriguez menyatakan dirinya memiliki ekspektasi yang tinggi di Rusia nanti. Setidaknya hasil yang didapat bisa lebih baik daripada Piala Dunia 2014, yaitu babak perempat final atau kalau bisa mencapai partai puncak.
"Kami ingin lebih. Ketika kita melakukan suatu hal baik, tentu ingin lebih," ujarnya.

Ia mengaku kekuatan tim di Grup H bisa dikatakan seimbang. "Grup H diisi tim-tim tangguh. Pasti sulit. Namun, jika ingin bisa mewujudkan mimpi bangsa saya, kami harus bisa lolos dari babak pertama," ujar pemain Real Madrid yang dipinjamkan ke Bayern Muenchen itu.

Sementara itu, Radamel Falcao, yang tidak ikut Piala Dunia 2014 karena cedera, mengaku sangat senang bisa tampil di Rusia. Usianya yang sudah 32 tahun, dikatakan Falcao, tidak menyurutkan semangatnya.

"Ini jadi kesempatan untuk saya setelah tidak bisa berkompetisi di Brasil. Ceritanya sekarang tentu berbeda. Saya telah melakukan banyak hal bersama rekan-rekan saya dan bisa masuk Piala Dunia ialah impian kami," kata Falcao. (Colombiareports/Businessstandard/R-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More