Jose Pekerman Tukang Ganti Strategi

Penulis: (berbagai sumber/Beo/R-1) Pada: Sabtu, 09 Jun 2018, 00:00 WIB Piala Dunia 2018
Jose Pekerman Tukang Ganti Strategi

AFP PHOTO / Raul Arboleda

SATU faktor penentu kelolosan Kolombia ke putaran final Piala Dunia 2018 ialah Jose Pekerman. Pelatih kelahiran Argentina itu mampu melanjutkan prestasi setelah mampu membawa Kolombia ke Piala Dunia 2014. Karena itu pula, Pekerman diberi status kewarganegaraan Kolombia.

Pekerman bukan nama yang asing di dunia kepelatihan. Dia pelatih senior yang juga telah memberikan tiket piala dunia ke negaranya pada 2006. Namun, Argentina saat itu hanya mampu menembus perempat final.

Sebelum menjadi pelatih Argentina, Pekerman lama membina prajurit muda Argentina di kelompok usia 17, 20, dan 23. Tiga trofi dipersembahkan Pekerman bersama timnas Argentina U-20 pada 1995, 1997, dan 2001 dari World Youth Championship.

Selama menjadi pelatih sejak 1981, pria berusia 68 tahun itu dikenal sebagai orang yang tidak takut mencoba hal baru. Itu bisa dilihat ketika dia pensiun dari pelatih di usia 28 tahun dan malah menjajal pekerjaan baru sebagai sopir taksi.

Sementara itu, ketika mulai menangani Kolombia sejak 2012, Pekerman kadang berani melakukan eksperimen dengan memainkan formasi baru. Hal itu dilakukan demi menyiasati stok pemain yang dimilikinya.

Pekerman juga terkenal tidak suka memakai strategi yang sudah dipakai walau itu terbukti sukses. Karena itulah, rekor kemenangannya tidak pernah selalu memuaskan. Terhitung enam tahun lalu, dia sudah membawa timnas Kolombia 40 kali menang, tapi juga 18 kali seri dan 14 kali kalah.

Di Rusia nanti, publik Kolombia pasti berharap banyak pada Pekerman. Pekerman bakal menerima pujian atau hujatan atau justru keduanya akan bisa diketahui saat Kolombia melawan Senegal, Polandia, dan Jepang di babak penyisihan Grup H. (berbagai sumber/Beo/R-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More