Ketua KPU Rote Ndao tidak Persoalkan Diberhentikan DKPP

Penulis: Palce Amalo Pada: Jumat, 08 Jun 2018, 19:47 WIB Politik dan Hukum
Ketua KPU Rote Ndao tidak Persoalkan Diberhentikan DKPP

Ist

DEWAN Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan Berkat NMF Ngulu dari jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum  (KPU) Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berkat dinilai melanggar kode etik saat proses penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati pada 5 Januari. Sedangkan komisioner KPU lainnya diberikan teguran keras.

Sanksi dijatuhkan dalam sidang putusan sengketa Pilkada Rote Ndao di Kantor DKPP, Jakarta, Jumat (8/6).

"Benar, saya diberhentikan dari ketua KPU Rote Ndao. Tidak masalah," kata Berkat Ngulu saat dihubungi lewat telepon, Jumat (8/6).

Sebab, meski diberhentikan tetap sebagai ketua KPU, dirinya tetap menjabat sebagai komisioner.

Komisioner KPU Rote Ndao diadukan ke DKPP oleh Sekretaris Daerah Rote Ndao Jonas M Selly. Pasalnya KPU menerima berkas pendaftaran dan menetapkan Mesakh Nitnael Nunuhitu sebagai calon bupati Rote Ndao yang diusung Partai Hanura dan PPP. Padahal, Mesakh masih berstatus aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Berkat, saat ditetapkan sebagai calon bupati, Nitnael telah mengantongi surat keputusan (SK) pensiun dari ASN, namun SK tersebut berlaku mulai 1 Januari 2019. "Kami akan gelar rapat untuk memilih ketua KPU yang baru," ujarnya.

Dalam sidang tersebut, DKPP juga menjatuhkan sanksi pemberhentian Ketua Panwas Rote Ndao Iswardy Lay dari jabatannya, sedangkan dua anggota panwas lainnya, Tarsis Toumeluk dan Hasan Salolang diberi sanksi teguran keras. (A-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More