Tim Boling Butuh Adaptasi Lebih

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Kamis, 07 Jun 2018, 17:46 WIB Olahraga
Tim Boling Butuh Adaptasi Lebih

ANTARA

TIM boling Indonesia membutuhkan masa adaptasi venue lebih lama menjelang Asian Games 2018. Saat pernyelenggaraan Asian Games berlangsung 18 Agustus-2 September nanti, pertandingan boling akan digelar di Gedung Boling Centre Jakabaring Sport Ciry (JSC) Palembang, Sumatera Selatang.

Manajer tim boling Indonesia, Ronny Mandagi mengatakan, tim boling membutuhkan waktu hingga satu bulan untuk beradaptasi.

"Lintasan boling itu kan berbeda-beda dan penguasaan lintasan itu sangat penting dalam upaya meraih target dua medali emas. Makanya kita berharap mereka bisa diberikan waktu adaptasi selama dua minggu atau sebulan sebelum penyelenggaraan," ujar Ronny.

Ronny menjelaskan, selama ini, tim pelatnas boling memang diberikan izin untuk menjalani latihan di venue boling tersebut. Sayangnya, lintasan yang digunakan belum menggunakan oil pattern yang akan digunakan saat pertandingan berlangsung.

"Kita sangat terbantu dengan adanya fasilitas yang diberikan pada para peboling untuk latihan di sana, hanya saja fasilitas itu tidak cukup untuk menunjang prestasi. Kami berharap Komite Olahraga Indonesia (KOI) bisa membantu agar Ryan Lalisan dan kawan-kawan bisa berlatih di lintasan yang menggunakan oil pattern

sesuai ketentuan sehingga mereka cepat beradaptasi," lanjutnya.

Menurut Ronny sejauh ini sudah ada dua negara yang berlatih di venue boling. Mereka adalah Taiwan dan Korea Selatan.

Menanggapi permintaan cabang olahraga tersebut, Ketua Umum KOI, Erick Thohir memastikan akan memberikan prioritas utama kepada atlet Indonesia yang ingin beradaptasi dengan tempat pertandingan Asian Games 2018. Menurut Erick, bagi cabor yang ingin menggunakan venue harus secepatnya mengajukan permohonan kepada KOI.

"Sebagai tuan rumah, KOI sudah pasti akan memberikan prioritas utama kepada atlet Indonesia. Jadi, silahkan saja induk-induk organisasi mengajukan permohonan penggunaan tempat pertandingan untuk adaptasi," ujar Erick.

"Boleh-boleh saja bagi negara peserta mencoba tempat pertandingan, tetapi mereka harus mengajukan permohonan terlebih dahulu melalui National Olimpic Comittee (NOC) mereka kepada KOI," pungkasnya. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More