Nabi-Rasul Anugerah Allah

Penulis: Pro/H-2 Pada: Kamis, 07 Jun 2018, 09:00 WIB TAFSIR AL-MISHBAH
Nabi-Rasul Anugerah Allah

MI/Seno

TAFSIR Al Mishbah kali ini membahas Alquran Surah Al Ghafir ayat 78-85. Ayat 78 berisi uraian tentang anugerah Allah SWT bagi manusia berupa para rasul utusan-Nya.

Tidak ada suatu masyarakat di mana pun yang dibiarkan berjalan sendiri. Allah selalu mengutus rasul-rasul sampai dengan yang terakhir, Muhammad SAW. Bila bukan rasul yang diutus, ada nabi atau sosok yang taat dan selalu memberi peringatan.

Jumlah nabi dan rasul banyak, tetapi yang disebut dalam Alquran ada 25 orang, wajib kita percaya. Di antara nabi-nabi yang disebut dalam Alquran, ada yang hanya disinggung sepintas sehingga banyak ulama membahas lebih lanjut untuk mencari tahu siapa mereka sesungguhnya.

Misalnya, Nabi Zulkifli AS. Ulama-ulama memiliki beragam pendapat, ada yang berkata bahwa Zulkifli ialah Sang Buddha. Dalam hal ini perlu dipahami bahwa sebuah ajaran atau ide makin lama makin jauh dari aslinya, makin tercampur dengan yang lain. Ajaran Islam pun ada yang demikian. Namun, Islam memiliki kitab suci Alquran sehingga apa yang bertentangan dengan kitab suci itu akan ditolak.

Adapun kitab-kitab lain atau ajaran agama lain tidak ditulis pada masa nabinya sehingga sebagian ajarannya sudah hilang. Sebagian lagi sudah bercampur dengan apa yang mungkin dibuat manusia.

Begitulah mungkin yang terjadi dengan agama yang dibawa Sang Buddha sehingga ada pendapat ulama yang mengharuskan untuk menghormati Sang Buddha karena di Alquran juga disebutkan mengenai empat agama besar, yakni Buddha, Yahudi, Kristen, dan Islam.

Allah SWT bersumpah dengan keempat pembawa agama itu, bahwa manusia ialah makhluk terhormat yang diciptakan dalam bentuk fisik dan psikis yang sebaik-baiknya.

Terkait dengan nabi, ada ulama-ulama yang mengatakan jumlah nabi 124 ribu orang. Jumlah rasul 313 orang. Jadi, kalau yang disebut dalam Alquran hanya 25, masih banyak sekali sisanya yang kita tidak tahu persis.

Ketika Allah mengutus seorang rasul, pasti ada yang tidak percaya di masa itu. Maka, Allah memberi mereka bukti, yakni mukjizat yang dibawa para rasul. Mukjizat itu sesuatu yang sedemikian jelas, yang tidak bisa dilakukan mereka yang tidak percaya.

Contohnya, Nabi Isa AS menghidupkan orang mati. Tidak ada yang bisa menghidupkan orang mati sebelumnya. Muhammad SAW datang dengan membawa Alquran, itu ialah bukti. Apabila ketetapan Allah sudah datang, ketika itu akan merugilah orang-orang yang mengingkari para rasul-Nya.

Selain uraian tentang anugerah Allah yang bersifat spiritual, ada juga yang bersifat material, antara lain Allah menciptakan binatang ternak.

Allah juga memberi kita potensi sehingga dari waktu ke waktu kita bisa melihat dan menyadari kebesaran Allah lewat segala sesuatu yang ada di muka bumi ini.

Lewat langit, perubahan siang dan malam, lewat lautan. Banyak sekali bukti-bukti anugerah dan kebesaran Allah yang ada di sekitar manusia. Tidak ada alasan untuk mengingkari kebesaran-Nya.


 

 

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Sabtu, 23 Jun 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More