Fokus ke Asian Games 2018, Owi/Butet Tidak Ikut Kejuaraan Dunia

Penulis: Budi Ernanto Pada: Rabu, 06 Jun 2018, 15:51 WIB Olahraga
Fokus ke Asian Games 2018, Owi/Butet Tidak Ikut Kejuaraan Dunia

ANTARA

PASANGAN ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Owi/Butet) tidak akan mengikuti Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis tahun ini. Alasan Owi/Butet tidak mengikuti Kejuaraan Dunia, ialah karena keduanya memilih untuk mengincar gelar juara di Asian Games 2018.

“Owi/Butet sudah pernah juara All England, olimpiade, SEA Games, dan pernah juara dunia. Satu yang belum, ialah juara Asian Games,” kata Sekretaris Jenderal Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Achmad Budiharto, Selasa (5/6).

Sejak diduetkan pada 2011, pasangan ganda campuran nomor satu dunia itu baru sekali mengikuti Asian Games, yakni pada empat tahun lalu di Korea Selatan. Saat itu, hasil yang mereka dapatkan hanya lah medali perak.

Adapun sebagian atlet yang mengikuti program pelatnas memang ada yang difokuskan ke Asian Games atau ke turnamen tertentu. Namun, ada juga yang dipersiapkan untuk mengikuti banyak turnamen. “Seperti pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Pasangan sekelas mereka, recovery lebih cepat. Mereka bisa dari satu turnamen ke turnamen,” kata Budiharto.

Marcus/Kevin sendiri sudah pasti akan mengikuti Asian Games pada Agustus mendatang. Sementara selain Marcus/Kevin, Budiharto mengatakan pemain lainnya tergantung hasil evaluasi yang dilakukan setelah para atlet pelatnas mengikuti rangkaian turnamen selama bulan ini hingga Juli besok.

PBSI menargetkan ada satu medali emas yang didapat dari Asian Games. Namun, ada peluang untuk mendapatkan dua medali emas dan bisa berasal dari nomor ganda campuran dan ganda putra. Marcus/Kevin dan Owi/Butet adalah dua pasangan yang diharapkan bisa mendapatkannya. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More