Ramadan Bulan Mukjizat Alquran

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Rabu, 06 Jun 2018, 12:34 WIB Tausiah
Ramadan Bulan Mukjizat Alquran

ANTARA/Risky Andrianto

RAMADAN bulan penuh kemukjizatan. Dalam sejarah, berbagai peristiwa yang pernah terjadi di bulan suci ini di luar pertimbangan akal manusia biasa.

Betapa tidak, di bulan inilah hadirnya mukjizat di atas segala kemukjizatan (miracle of all miracles). Kekuatan yang telah menaklukkan berbagai kekuatan yang pernah ada dan masih diakui manusia.

Menaklukkan kehebatan sejarah, kehebatan akal, ilmu, dan teknologi. Menaklukkan kehebatan ideologi apa pun yang pernah timbul di permukaan bumi ini.

"Itulah Alquran Al-Karim. Kita yang di dalamnya tiada kekurangan, tiada kesalahan, bahkan tak akan menimbulkan keraguan kecuali pada hati-hati yang tidak memiliki cahaya. Inilah kitab yang tiada keraguan padanya. Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa," papar Ustaz Shamsi Ali kepada Media Indonesia, kemarin, terkait dengan berbagai keistimewaan di bulan Ramadan.

Ia menjelaskan, Alquran sebagai mukjizat terbesar dalam sejarah peradaban itu turun di bulan Ramadan guna membawa berbagai kemukjizatan. Seperti disebutkan dalam Alquran Surah Al-Baqarah yang artinya 'Bulan Ramadan bulan diturunkan di dalamnya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia, dan penjelasan tentang petunjuk dan pembeda atau Alquran'.

Kemukjizatan Alquran itu meliputi segala aspeknya. Dari tata kata, kalimat, hingga kepada kandungan (ajaran), semuanya bersifat mu'jiz atau mengalahkan semua yang lainnya. Realitas inilah yang kemudian dikuatkan sendiri oleh Alquran dengan tantangan terbuka seperti termaktub dalam Alquran, "Datangkanlah sebuah kitab yang sama jika kamu tahu dengannya."

Ternyata, sang pembangkang yang mengingkari kebenaran itu masih terus dengan pengingkarannya. Alquran kemudian menurunkan tantangan itu, "Dan jika kamu ragu dengan apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka datangkan satu surah saja yang sama. Bahkan, hadirkan semua yang bisa menolongmu jika kamu benar."

Ia mengatakan, pengingkaran dan pembangkangan itu akan terus berlanjut. Bahkan, upaya memadamkan cahaya itu akan selalu ada. Akan tetapi pada akhirnya cahaya tidak akan pernah hilang. Justru Dia yang menjadi sumber cahaya itu mengambil tanggung jawab untuk meneruskan cahayanya. Walaupun pastinya ada pihak-pihak yang tidak senang.

"Mereka ingin memadamkan cahaya Allah. Tapi Allah terus menyempurnakan cahaya itu, walau mereka tidak senang," ujarnya lagi, seraya mengutip arti satu ayat dalam Alquran.

Shamsi yang pernah menjadi imam masjid di New York, AS, pada 2001-2012 itu mengungkapkan, mukjizat Alquran mencakup semua aspek. Dari kekuatan nilai ruhiyah (aspek batin), kandungan (isi kitab), maupun bahasa dari semua segi, semuanya ialah mukjizat. Bahkan, beberapa kali Alquran tetap terbukti memiliki dimensi kekuatan sekalipun yang dibacakan bahasa terjemahannya

Kisah nyata

Ustaz yang kini menjadi Presiden Nusantara Foundation dan giat membangun pesantren di AS itu mencontohkan pengalaman nyatanya tentang keistimewaan Alquran yang dapat menyentuh kalbu seorang ibu di 'Negeri Paman Sam' tersebut.

Ibu tersebut meneteskan air ketika mendengarkan Shamsi membacakan beberapa ayat pilihan dalam acara National Prayer for Amerika atau doa nasional untuk Amerika Yankee Stadium dua minggu setelah serangan teroris pada 11 September 2001.

Perempuan nonmuslim tersebut selanjutnya mempelajari Islam melalui terjemahan Alquran yang dipinjamnya di perpustakaan. Setiap malam ia membaca Alquran, dan setelahnya dapat tertidur pulas, padahal sebelumnya perempuan itu termasuk orang yang sulit tidur. Dalam tiga bulan ia hampir tamat membaca Alquran, dan setelah itu ia lalu memeluk agama Islam.

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Minggu, 21 Okt 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More