Menemukan Sahabat Spiritual

Penulis: Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Pada: Rabu, 06 Jun 2018, 08:10 WIB Renungan Ramadan
Menemukan Sahabat Spiritual

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar -- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

SALAH satu tanda jika Allah SWT mencintai hamba-Nya, Ia mengutus kepadanya sabahat spiritual (al-shuhbah).

Dalam ilmu tasawuf, al-shuhbah sangat dibutuhkan setiap orang. Orang yang tidak memiliki sahabat spiritual dikhawatirkan hidupnya akan menjadi kering, gersang, dan menghabiskan umurnya tanpa mencapai apa yang diharapkan.

Sahabat spiritual dirasakan keberadaanya di dalam hati. Mereka mungkin agak berbeda dengan sahabat-sahabat fragmatis kita, misalnya di lingkungan kerja dan paguyuban atau yang lainnya.

Persahabatan spiritual merupakan prasyarat untuk lahirnya masyarakat yang benar-benar santun dan terhormat. Jika sahabat spiritual itu hilang di dalam masyarakat, berkah dalam kehidupan bermasyarakat itu pun akan hilang.

Sahabat spiritual tidak mesti orang atau sosok yang luar biasa, yang seolah mampu menebak rahasia masa lalu dan masa depan kita. Namun, mereka ialah orang-orang biasa yang petunjuknya senantiasa mengalir di dalam diri kita.

Mereka bukan orang yang membukakan pintu, tetapi menghilangkan tabir antara diri kita dan diri-Nya. Mereka bukan orang yang menuntun kita dengan ucapan, melainkan mengalirkan vibrasi dan energi spiritual.

Mereka mengeluarkan kita dari hawa nafsu dan memasukkan ke hadirat Allah SWT. Mereka selalu membersihkan cermin batin kita sehingga tampak jelas cahaya Tuhan.

Mereka membangkitkan harapan dan optimisme sehingga kita tidak putus asa dengan kasih Tuhan. Mereka berjalan menemani kita sehingga kita sampai kepada-Nya.

Terkadang kita lebih merindukannya ketimbang sahabat-sahabat bisnis kita sendiri. Mereka sudah seperti keluarga dekat sendiri. Bahkan tidak mustahil melebihi anggota keluarga biologis terdekat.

Ilustrasi persahabatan spiritual ialah adanya sosok figur yang dengan ikhlas mengeluarkan kita dari belenggu hawa nafsu dan memasukkanmu ke hadirat Allah SWT. Mereka selalu membersihkan cermin batin kita sehingga tampak jelas cahaya Tuhan.

Sebaik-baik sahabat spiritual ialah mereka yang senantiasa mampu menanam dan menumbuhsuburkan rasa cinta kita kepada Tuhan.

Kita tidak boleh menilai penampilan fisik sahabat spiritual. Mungkin secara materi atau penampilan fisik, mereka agak kurang, tetapi keberadaan mereka sangat kita perlukan.

Kita tidak boleh memandang enteng orang-orang yang tidak terkenal sebab boleh jadi mereka ialah orang-orang yang amat terkenal di langit. 

Sahabat spiritual adalah utusan Tuhan untuk menyadarkan diri kita yang mengarah ke jalan yang sesat. Sesungguhnya panggilan Tuhan untuk kita muncul melalui mulut sahabat spiritual kita.

Sahabat spiritual selalu mendampingi kita, baik ketika kita jatuh ke lembah kehinaan dosa maupun ketika kita berada di puncak maqam spiritual. Jika Tuhan mencintai seseorang, Ia akan memperkenalkan kita dengan seorang sahabat spiritual.

Di antara nasihat tokoh-tokoh spiritual ada yang berbunyi, "Jika kalian berjumpa dengan sahabat spiritual yang cocok denganmu, bergurulah dan hormatilah." Demikian nasihat Ibn 'Athaillah dalam kitab monumentalnya, Al-Hikam.

Lebih lanjut ia menasihati kita, "Jangan karena tidak munculnya tanda-tanda kesalehan di wajah seseorang lantas membuatmu tidak respek terhadapnya."

Seorang kekasih Tuhan pintar menyembunyikan diri agar tidak populer karena bagi mereka popularitas bisa menjadi hijab dengan Tuhan, terutama jika sudah mulai menikmati pujian orang. Setipis apa pun kepuasan terhadap pujian yang tersembunyi di dalam lipatan hati itu sudah menjadi hijab bagi yang bersangkutan.

Sering kali kita merasa sulit menemukan sahabat spiritual seperti yang digambarkan di atas. Namun, jika kita mau dan besar keinginan untuk itu, pasti Tuhan akan mempertemukan sahabat spiritual yang cocok dengan kita.

Kita berdoa agar Allah SWT mengaruniakan sosok figur ideal yang akan menjadi sahabat spiritual kita. Sahabat spiritual ialah orang yang selalu terbayang di dalam benak dan selalu mengajak kita lebih dekat kepada Allah SWT. Semoga kita dimudahkan untuk menemukan sahabat spiritual. Amin.

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Senin, 20 Agu 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More