Presiden Ingin Masyarakat Demam Asian Games

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Selasa, 05 Jun 2018, 23:20 WIB Olahraga
Presiden Ingin Masyarakat Demam Asian Games

ANTARA

PERHELATAN besar Asian Games XVIII yang semakin dekat membuat pemerintah semakin terpacu untuk menyukseskan gelaran tersebut. Tahun ini, Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan untuk yang kedua kalinya sejak 1962.

Tak hanya pemerintah, masyarakat juga diharapkan untuk turut serta menyukseskan ajang pesta olahraga se-Asia tersebut.

Guna mempromosikan ajang tersebut agar dikenal semakin luas, Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah atlet dan figur publik untuk berbicara dan bertukar pikiran bersama dengan pemerintah.

"Tahun ini, sebentar lagi, kita akan mempunyai sebuah perhelatan besar yang namanya Asian Games yang ke-18 di Tahun 2018 ini. Akan diikuti oleh 49 negara. Ini perhelatan yang besar," ujar Presiden mengawali sambutan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/6).

Presiden berujar, pihaknya menginginkan agar demam Asian Games diperkuat gaungnya di masyarakat. Saat ini, ia memandang hal itu belum tercapai secara luas. Oleh karenanya, ia memberikan sebuah tugas khusus kepada para artis dan pegiat media sosial yang hadir dalam kesempatan ini.

"Ini baru hangat, belum demam. Oleh sebab itu, saya mengumpulkan Bapak, Ibu, dan Saudara di sini. Negara memanggil Saudara semua untuk mendemamkan Asian Games yang ke-18 ini agar masyarakat menjadi demam semua," tuturnya.

Sejumlah atlet Tanah Air tampak hadir dalam pertemuan ini. Di antaranya ialah pasangan ganda campuran bulu tangkis Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, serta pasangan Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma yang juga pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Di samping itu, turut hadir para musisi dan pekerja seni, antara lain, Marcell Siahaan, Once Mekel, Andre Hehanusa, Oppie Andaresta, Yuni Shara, Gading Marten, Indra Bekti, Indy Barends, dan Irfan Hakim.

Sebelumnya, dalam sejumlah rapat terbatas, Kepala Negara selalu menekankan pentingnya promosi agar masyarakat semakin tertarik dan berperan serta menyukseskan Asian Games. (A-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More