Olahraga Cegah Komplikasi Diabetes

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Rabu, 06 Jun 2018, 03:30 WIB Kesehatan
Olahraga Cegah Komplikasi Diabetes

thinkstock

PROGRAM olahraga high intensity interval training (HIIT) yang dikombinasikan dengan latihan beban bermanfaat mencegah komplikasi bagi penderita diabetes melitus tipe 2. Kombinasi latihan itu terbukti bisa menurunkan stres oksidatif pada tubuh dan memperbaiki kontrol gula darah pasien.

"Dengan latihan fisik HIIT dan latihan beban, pasien mengalami penurunan stres oksidatif, juga penurunan gula darah. Komplikasi bisa dicegah dengan kombinasi latihan ini," ujar Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Nani Cahyani, seusai sidang promosi doktornya di Gedung Indonesian Medical Education and Research Institute Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IMERI FKUI), Jakarta, Senin (4/6).

Dalam disertasi berjudul Pengembangan Program Latihan Fisik Terstruktur Berbasis Kondisi Pasien dalam Tatalaksana Diabetes Melitus Tipe 2, Nani meneliti efek olahraga HIIT dan latihan beban yang dilakukan secara terstruktur pada pasien diabetes.

HIIT merupakan metode latihan kardiovaskular yang menggunakan kombinasi latihan dengan intensitas tinggi dan intensitas sedang/rendah dalam selang waktu alias interval tertentu. Dalam penelitian itu, pasien berolahraga HIIT menggunakan treadmill dan sepeda statis. Olahraga itu dilakukan tiga kali per minggu dengan durasi 30 menit per latihan.

Setiap siklus pada HIIT terdiri atas olahraga intensitas tinggi (high intensity exercise/HIE) selama 1 menit, diikuti olahraga intensitas rendah (low intensity exercise/LIE) selama 4 menit.

Adapun latihan beban dilakukan dua kali per minggu. Latihan beban terdiri atas sembilan gerakan yang menyasar bagian bahu dan lengan, serta paha, lutut, dan kaki.

Nani menjelaskan, pada orang sehat perbandingan antara HIE dan LIE pada pelaksanaan olahraga HIIT umumnya 1:1. Akan tetapi, karena pasien diabetes tidak dalam kondisi sehat, diambil perbandingan 1:4. Dengan durasi HIE yang lebih singkat memungkinkan tubuh pasien diabetes memulihkan diri saat intensitas latihan olahraga diturunkan.  

"Namun, latihan 1 menit itu justru yang paling penting berperan dan memberi dampak kepada tubuh pasien," tuturnya.

Hasilnya, kata Nani, kombinasi HIIT dan latihan beban itu terbukti meningkatkan kebugaran, terjadi perbaikan pengendalian glikemik (kadar gula darah), dan penurunan stres oksidatif.

"Penurunan stres oksidatif ditandai sekaligus oleh penurunan pembentukan radikal bebas dan peningkatan aktivitas pembentukan antioksidan. Hal ini bisa membantu mencegah komplikasi," terang Nani.

Latihan digelar di pusat kebugaran dalam ruangan di Center for Sports and Exercise Studies IMERI FKUI dengan melibatkan 33 pasien. Suhu ruangan diatur konstan menggunakan pendingin udara dan pasien yang menjadi subjek riset dipilih yang telah menderita diabetes sedikitnya 6 bulan.

Program latihan dijalankan selama 12 minggu dengan diawasi dokter spesialis. Adapun usia pasien berkisar 18-64 tahun dengan diagnosis diabetes tipe 2 dengan kadar gula darah terkendali tingkat sedang (kadar HbA1c tidak lebih dari 10,5%).

Dikembangkan
Menurut Nani, pada dasarnya aktivitas fisik atau olahraga teratur dan terukur dapat memperbaiki sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah pasien diabetes. Namun, menurut dia, penerapan latihan fisik dalam penatalaksanaan diabetes melitus tipe 2 masih rendah, terutama karena belum lengkapnya petunjuk rinci mengenai program latihan yang harus dilakukan pasien.

Program latihan yang dikembangkan Nani melalui penelitian disertasi itu memang baru dipraktikkan secara terbatas di IMERI FKUI. Ke depan, terbuka peluang untuk penerapan secara luas di berbagai rumah sakit.

"Saat ini metode itu sedang diajukan hak atas kekayaan intelektualnya. Arah penelitian selanjutnya ialah mendapatkan bukti pendukung yang melengkapi pelaksanaan latihan fisik terstruktur ini dan pelaksanaan latihan dengan alternatif peralatan yang lebih sederhana," katanya.

Ia menambahkan, keutamaan program itu ialah pada kombinasi dua jenis latihan dengan peningkatan intensitas bertahap, baik HIIT maupun latihan beban. "Latihan itu aman dan berpotensi dapat mengendalikan komplikasi lanjut penyakit diabetes tipe 2," pungkasnya. (H-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More