Indra Bekti Sebut Para Artis Antusias Promosikan Asian Games

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Selasa, 05 Jun 2018, 19:55 WIB Olahraga
Indra Bekti Sebut Para Artis Antusias Promosikan Asian Games

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

INDRA Bekti menyatakan para artis maupun pegiat media sosial menyanggupi permintaan Presiden Joko Widodo agar menggemakan dan menyosialisasikan Asian Games di tengah-tengah masyarakat.

Menurut presenter televisi ini, mereka tidak menerima sepeser imbalan dari Presiden.

"Pasti probono. Presiden bilang ini tugas negara, panggilan negara, negara memanggil. Rasanya suatu rasa bangga tersendiri, ada kata2 negara memanggil," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/6).

Puluhan artis, atlet dan pegiat media sosial diundang Presiden Jokowi guna membahas strategi promosi Asian Games. Mereka di antaranya, Lukman Sardi, Marcel, Gading Martin, Irfan Hakim, Titi Rajo Bintang, Indra Bekti, Lukman Sardi, Edho Zell, Nessie Judge, Andre Hehanusa, Wahyu Aditya, Indy Barends dan para vlogger. Hadir juga legenda bulutangkis nasional Susi Susanti, Alan Budi Kusuma, Tontowi Ahmad, dan Liliyana Natsir.

Menurut Indra, para artis dan pegiat media sosial memiliki strategi dan kreativitas masing-masing dalam mempromosikan ajang olahraga terbesar di Asia itu. Namun, secara umum, mereka masih akan fokus di platfrom media sosial.

"Jadi kita akan sama-sama membiat viral. Tentu dengan kreativitas masing-masing. Misalnya Jflow kasih masukan agar atlet jadi bintang utama dalam video nanti," tuturnya.

Asian Games ke-18 bakal diikuti 49 negara dan dimulai 18 Agustus di Palembang dan Jakarta. Ketika menggelar acara promosi Asian Games di Istana Negara, Jakarta, Presiden Jokowi mengajak para artis turut berperan serta.

"Yang kita inginkan sekarang ini, masyarakat kita sudah demam. Ini baru anget, belum panas, apalagi demam. Oleh karena itu, saya mengumpulkan saudara-saudara di sini, negara memanggil untuk mendemamkan Asian Games yang ke-18 agar masyarakat jadi demam semuanya. Caranya silakan, saya enggak ngerti, yang penting demam, gitu aja," ujarnya. (OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More