Pemerintah Harus Lindungi Perusahaan Jasa Konsultan Kecil

Penulis: (RO/S-1) Pada: Selasa, 05 Jun 2018, 03:30 WIB Ekonomi
Pemerintah Harus Lindungi Perusahaan Jasa Konsultan Kecil

Ist

PEMERINTAH diimbau memproteksi perusahaan konsultan kecil di daerah agar mereka bisa ikut berkembang dan berperan dalam pembangunan di daerah. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi daerah akan bisa dirasakan secara nyata, khususnya di sektor konstruksi.

"Perusahaan jasa konsultan di daerah itu 80% berskala kecil. Kini mereka tidak berdaya menghadapi perusahaan sejenis dari kota besar seperti Jakarta. Mereka terancam mati," kata praktisi jasa konsultan nasional, Peter Frans, melalui siaran persnya, pekan lalu.

Menurut Frans yang juga mantan Ketua Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) DKI Jakarta, para konsultan terutama di bidang jasa konstruksi di daerah hampir tidak berdaya menghadapi konsultan kelas menengah-besar dari kota besar. "Banyak perusahaan (konsultan) berkantor di Jakarta, tetapi punya pekerjaan skala Rp0-Rp750 juta di daerah. Proyek-proyek jasa konsultan dari APBD hampir sebagian besar dinikmati pemain dari ibukota," katanya.

Frans yang juga Presiden Direktur Perusahaan Konsultan Ciriajasa EC dengan karyawan ribuan orang ini menilai hal itu terjadi karena memang belum ada regulasi yang membatasi gerak perusahaan konsultan sesuai dengan klasifikasi pekerjaan. "Akibatnya, sering terjadi perusahaan besar dan menengah juga ikut tender pekerjaan skala kecil. Padahal, mereka ini harusnya bermain di atas Rp750 juta hingga Rp2,5 miliar. Kelas menengah besar," kata Frans yang menjadi kandidat Ketua Umum Ikindo pada pemilihan ketua umum pada Munas Inkindo pada November.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More