Kisah Nabi Musa Melawan Firaun

Penulis: Quraish Shihab Pada: Senin, 04 Jun 2018, 08:34 WIB TAFSIR AL-MISHBAH
Kisah Nabi Musa Melawan Firaun

MI/Seno

TAFSIR Al Mishbah kali ini membahas Alquran Surah Al Ghafir mulai ayat 23. Dalam surah ini dikisahkan upaya Nabi Musa AS melawan penguasa zalim, Firaun.

Firaun merupakan istilah bagi penguasa tertinggi di Mesir kala itu, yakni semacam raja. Dikisahkan, ia seorang raja yang menyebarkan pengaruh buruk pada para pengikutnya. Ia mendapuk diri sebagai Tuhan. Karena itu, Nabi Musa juga diutus Allah untuk mengingatkan penduduk Mesir supaya tidak terpengaruh Firaun.

Dalam surah lain, dijelaskan bahwa sewaktu bayi, Musa ditemukan oleh istri Firaun lalu diangkat menjadi anaknya. Meski Musa ialah anak angkat Firaun, pada akhirnya ia berbalik melawannya karena kedurhakaan Firaun kepada Allah SWT.

Disebutkan, Nabi Musa diutus Allah kepada kaum Bani Israil untuk menghentikan kekejaman Firaun. Dia membawa bukti rasional mengenai keesaan Allah dan membawa mukjizat.

Yang dihadapi Nabi Musa ialah tiga sosok jahat dan kejam. Pertama, Firaun yang merupakan penguasa tiran. Lalu, dua orang terdekat Firaun, yakni Haman dan Qarun. Haman merupakan politikus busuk, sedangkan Qarun ialah pebisnis rakus.

Allah mengutus Nabi Musa untuk mengajak penguasa agar bertindak  lurus, politisi agar menjadi baik, dan orang kaya agar menjadi pemilik harta yang baik. Akan tetapi, ajakan Nabi Musa ditolak. Bahkan, mereka menuduh bahwa Musa ialah seorang penyihir dan pembohong. Padahal, Nabi Musa datang kepada mereka membawa ayat-ayat Allah.

Di masa itu, masyarakat Mesir saat itu memang sudah beragama, tetapi tidak sejalan dengan agama yang ditentukan Allah. Mereka menuhankan Firaun. Firaun sendiri mengaku dirinya Tuhan.

Pada ayat 26 disebutkan, Firaun berkata kepada para pembesar kerajaannya, “Biarkan aku membunuh Musa, biar dia berdoa pada Tuhannya: ‘Saya takut’. Jangan sampai kalau kita biarkan dia terus-menerus begini, dia akan mengubah agama kamu.”

Penguasa yang zalim seperti Firaun tidak ingin adanya pembaruan nilai seperti yang dibawa Musa. Firaun pun selalu mencari dalih untuk membenarkan pendapatnya. Firaun menilai, ajakan baik Nabi Musa bisa mengganggu stabilitas kekuasaannya. Karena itu, ia menolak ajakan itu. Namun, atas kuasa Allah, Musa bisa mengalahkan Firaun. Ia dan pengikutnya akhirnya binasa.

Pesan dari kisah ini ialah setiap orang harus waspada terhadap kekuasaan. Kalau kita punya kekuasaan atau kelebihan di dunia, jangan lalai, jangan melupakan kuasa Allah SWT. Karena kekuasaan-Nya tak bisa ditandingi. Kita harus percaya bahwa kelak ada hari perhitungan. Setiap perbuatan jahat kelak akan mendapat pembalasan. (Dhk/H-2)

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Senin, 20 Agu 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More