Allah Sangat Menyayangi Umat-Nya

Penulis: Quraish Shihab Pada: Minggu, 03 Jun 2018, 02:30 WIB TAFSIR AL-MISHBAH
Allah Sangat Menyayangi Umat-Nya

TAFSIR Al Mishbah kali ini membahas surah Ghafir ayat 10-14. Inti surah tersebut ialah ketidaksenangan Allah SWT kepada mereka-mereka yang kafir.

Ayat-ayat tersebut mengatakan kepada orang-orang kafir, sungguh kebencian Allah SWT kepada mereka lebih besar daripada kebencian mereka kepada diri mereka.

Ada orang yang melakukan kesalahan, kemudian menyesal setelah mendapatkan siksa, lalu ia mengecam dirinya sendiri. Maka malaikat berkata dari jauh bahwa mereka bukan orang yang bersahabat dengan malaikat. Bahwa kebencian Allah karena ketidakimanan mereka lebih besar daripada kebencian mereka sendiri.

Allah sebenarnya sangat sayang kepada manusia. Namun, karena manusia kafir, Allah tidak senang terhadap sikap itu. Oleh karena itu, meskipun kemudian orang yang kafir itu menyesal dan membenci sikapnya dahulu, kebencian Allah tetap lebih besar daripada kebencian manusia tersebut.

Kebencian itu tidak harus dipahami untuk melakukan pembalasan. Ayat ini sebenarnya ingin menggambarkan Allah terlalu sayang terhadap manusia.

Sikap manusia yang salah itu menjadikan Allah menyatakan bahwa Allah lebih dulu menyesal dan benci sebelum manusia tersebut merasa menyesal atas segala kesalahannya. Itu karena Allah sayang akan umat-Nya. Dia tidak senang melihat umat-Nya tersesat.

Kemudian, orang-orang kafir di neraka mengatakan menyesal dan bertanya kepada Allah, "Adakah jalan keluar dari siksaan itu?" Allah menjawab, "Yang kalian alami disebabkan ketika kalian diajak untuk beriman kepada Allah, kalian menutupinya, tetapi bila kalian dibilang ada sekutu dari Allah, kalian mengikutinya. Maka sekarang itu ketetapan Allah yang berlaku pada orang-orang kafir."

Allah sesungguhnya telah menunjukkan tanda-tanda kebenaran untuk diikuti semua manusia yang tersesat. Orang-orang itu tidak menatap potensi petunjuk kebenaran itu melalui setiap yang ada di tubuh, panca indra, dan akal. Allah juga menurunkan rezeki melalui berbagai yang ada di bumi, dari sumber yang kadang tidak Anda ketahui asal-mulanya.

Rezeki itu ialah sesuatu yang diperoleh manusia, baik lewat usaha sendiri atau lewat usaha orang lain. Selama manusia bisa memanfaatkan apa yang didapatkannya untuk kebaikan, Allah menyiapkan rezeki yang halal untuk setiap orang. Namun, setan dapat datang menggoda sehingga dapat membuat rezeki itu didapatkan dengan salah dan menjadi haram.

Allah menghadirkan manusia di bumi dengan berbeda-beda terkait dengan rezeki dan kondisi, sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan. Sesungguhnya apa yang telah ditetapkan Allah kepada setiap manusia ialah agar di bumi ada kehidupan yang baik.

Jangan pernah berhenti untuk berusaha dan berkehendak baik. Berdoa juga kepada Allah karena semakin banyak doa yang dipanjatkan dengan ketulusan, akan semakin besar kesempatan untuk dikabulkan.

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Senin, 20 Agu 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More