Tingkatkan Takwa saat Ramadan

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Minggu, 03 Jun 2018, 01:30 WIB Tausiah
Tingkatkan Takwa saat Ramadan

ANTARA/Raisan Al Farisi

Ramadan adalah bulan Alquran. Di bulan suci ini umat Islam hendaknya menancap gas untuk lebih bersemangat membaca serta merenungkan isi Alquran dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Perenungan isi Alquran hendaknya mendapat porsi yang besar dari aktivitas umat muslim di bulan suci ini. Alquran diturunkan pada 17 Ramadan.

Dalam surah Albaqarah ayat 185 disebutkan, 'Bulan Ramadan adalah bulan-bulan diturunkannya Alquran. Alquran adalah petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)'.

"Ramadan memang bulan dikeluarkannya Alquran. Surah Albaqarah ayat 183 mengingatkan kita bahwa manusia makhluk sejarah. Isinya mewajibkan kita berpuasa sebagaimana diwajibkan juga kepada umat-umat sebelum Nabi Muhammad SAW," kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid dalam ceramahnya di Masjid Istiqlal, beberapa waktu lalu.

Sesuai dengan yang disebutkan dalam surah Albaqarah ayat 183, lanjutnya, puasa ialah syariah yang sebelumnya juga telah diwajibkan kepada kaum Yahudi dan Nasrani.

Dalam surat tersebut dikatakan, 'Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa'.

Hidayat mengatakan, hanya dengan merenungi makna turunnya Alquran itulah umat Islam dapat mengembalikan peran Alquran sebagai pedoman hidup dan panduan menuju jalan yang benar. "Banyak nilai-nilai dalam Alquran yang perlu kita dalami untuk meningkatkan takwa," imbuhnya.

Ia menegaskan, surah Albaqarah ayat 183 perlu dimaknai sebagai kewajiban umat Islam berpuasa. Dalam berpuasa, umat Islam perlu mengedepankan nilai-nilai kebaikan.

"Dengan demikian, kita diwajibkan untuk meningkatkan kesadaran sejarah tentang umat Islam yang senantiasa menghadirkan kebaikan dan keunggulan. Itulah nilai-nilai Islam," ucapnya.

Raih kemenangan

Hidayat lalu menuturkan, puasa mulai diwajibkan kepada umat Islam pada tahun ke-2 Hijriah. Tahun itu terjadi peristiwa Alfurqan.

Allah SWT memberi nama lain bagi Alquran, yakni Alfurqan yang berarti sebagai pembeda. Dalam surah Alfurqan ayat 1 dikatakan, 'Maha Suci Allah yang telah menurunkan Alfurqan (Alquran) kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam'.

Ramadan, ujarnya lagi, juga berkaitan erat dengan peristiwa kemenangan. Di antaranya, kemenangan Nabi Muhammad SAW atas kaum kafir Quraish.

"Tahun-tahun sebelumnya Nabi Muhammad diisolasi dan dipersekusi kaum Quraish. Nabi meraih kemenangan gemilang di bulan Ramadan. Pada tahun pertama puasa disyariatkan (tahun ke-2 Hijriah), umat Islam mengalami kemenangan," tambah Hidayat.

Ia mengingatkan, pendekatan memaknai Ramadan dengan mengingatnya sebagai bulan Alquran amat penting agar umat Islam bisa menebarkan kebaikan. "Dengan pendekatan ini, puasa adalah intervensi terhadap sejarah. Segala kebaikan dan kemaslahatan perlu kita lanjutkan yang pada akhirnya untuk menghadirkan masyarakat unggulan dan umat unggulan serta menghadirkan manusia bertakwa," ujar Hidayat.

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Kamis, 16 Agu 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More