Ketajaman Visual pada Hewan dan Manusia Berbeda

Penulis: Micom Pada: Sabtu, 02 Jun 2018, 14:30 WIB Teknologi
Ketajaman Visual pada Hewan dan Manusia Berbeda

ELEANOR M CAVES

PERNAHKAH selama ini kamu berpikir bagaimana hewan melihat dunia? Entah itu kucing, anjing, bahkan burung. Nah, ternyata hewan-hewan tersebut punya penglihatan yang berbeda dari manusia. Memang beberapa jenis hewan memiliki kekurangan dengan penglihatan yang sangat buruk, bahkan ada yang buta warna.

Para ilmuwan telah memetakan ketajaman visual dari 600 spesies hewan dan mengungkapkan betapa berbedanya kita semua dalam melihat dunia.

Meskipun manusia bukanlah makhluk yang paling canggih ketika menyangkut aspek penglihatan tertentu, penglihatan manusia sekitar tujuh kali lebih tajam daripada kucing, puluhan kali lebih tajam daripada tikus atau ikan mas, dan ratusan kali lebih tepat daripada nyamuk.

Studi yang menarik menunjukkan situasi tertentu dapat terlihat dari mata beberapa spesies yang berbeda.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Trends in Ecology & Evolution, peneliti memperkirakan ketajaman visual atau ketajaman penglihatan dari ratusan spesies berdasarkan anatomi mata hewan.

"Jika dibandingkan dengan manusia, kebanyakan spesies melihat dunia dengan lebih sedikit detail," kata penulis utama Eleanor Caves, peneliti pascadoktoral di Duke.

Para peneliti mengukur siklus per derajat atau jumlah pasangan garis hitam dan putih yang ditemukan pada suatu spesies dalam satu derajat bidang penglihatan sebelum menjadi buram.

Menurut penelitian, mata manusia dapat menyelesaikan sekitar 60 siklus per derajat.

Di sisi lain beberapa burung pemangsa dapat melihat sebanyak 140 siklus per derajat. Hal ini memungkinkan elang dan predator lainnya untuk memilih mangsa dari ribuan kaki di atas udara. Burung lain melihat kurang dari 30 siklus per derajat, seperti halnya ikan.

"Ketajaman tertinggi mata ikan masih hanya sekitar setengah dari ketajaman mata kita," kata Caves.

Foto yang dirancang untuk meniru bagaimana hewan melihat dunia menunjukkan betapa dramatis perbedaan ini.

Hasil foto ini dibuat menggunakan program yang disebut Acuity View, yang mengambil foto digital dan menghapus detail spasial berdasarkan kemampuan hewan tersebut.

Dalam penelitian ini juga ditemukan pola sayap kupu-kupu merupakan cara untuk melindungi calon pasangan dari para predator. Namun, penelitian menunjukkan tidak sepenuhnya benar.

Gambar dalam penelitian hanya mewakili ketajaman visual mereka, para peneliti menjelaskan, dan faktor lain ikut bermain ketika otak memproses informasi visual.

"Intinya adalah bahwa peneliti yang mempelajari interaksi hewan tidak boleh berasumsi bahwa spesies yang berbeda merasakan detail yang sama seperti kita," kata Caves.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More