Mengidentifikasi si Pembohong dan si Pencinta Kebenaran

Penulis: Micom Pada: Sabtu, 02 Jun 2018, 13:30 WIB Eksplorasi
Mengidentifikasi si Pembohong dan si Pencinta Kebenaran

ADAM FENSTER

MENURUT kajian terbaru dari para peneliti di University of Rochester, New York, ada kebiasaan khusus (tidak sengaja) dan gerakan wajah manusia yang menunjukkan rasa suka atau tidak terhadap sesuatu.

Tim menggunakan kombinasi data besar, teknologi pembelajaran mesin, dan perangkat lunak analisis fitur wajah otomatis untuk mengidentifikasi perbedaan dalam isyarat wajah dan verbal antara orang-orang yang berbohong dan orang-orang yang mengatakan yang sebenarnya.

Relawan direkrut dari Amazon Mechanical Turk dan dibagi berpasangan. Total ada 151 pasangan dan 1,3 juta foto ekspresi untuk dianalisis tim. Perangkat lunak analisis fitur wajah otomatis digunakan untuk memilih tindakan tertentu, seperti alis yang terangkat. Kemudian dengan pembelajaran mesin, para peneliti mengelompokkan perilaku tertentu sehingga mereka dapat menemukan pola-pola dalam isyarat wajah para pencinta kebenaran dan pembohong.

Apa yang mereka temukan? "Pada dasarnya ada lima jenis wajah senyum yang dibuat orang ketika menanggapi pertanyaan," kata salah seorang peneliti, Tay Sen. Tim peneliti juga memperhatikan orang-orang yang mengatakan kebenaran cenderung berkontraksi sedikit mungkin karena mereka berkonsentrasi keras untuk mengingat semua detail.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More