Fox Network Group Kerja Sama dengan Andy Lau Garap Film Miniseri

Penulis: Micom Pada: Jumat, 25 Mei 2018, 15:05 WIB Hiburan
Fox Network Group Kerja Sama dengan Andy Lau Garap Film Miniseri

Ist

SERIAL terbaru tentang lantai bursa dan perkembangan perekonomian Hong Kong dalam 20 tahun terakhir, The Trading Floor, sudah mulai tayang perdana pada Kamis (24/5) pukul 19.30 wib.

Pada penayangan perdana tersebut, penonton sekaligus dapat menikmati episode 1 dan 2 yang masing-masing berdurasi sekitar 60 menit. Di Indonesia, The Trading Floor dapat dinikmati melalui saluran Star Chinese Movies, setiap Kamis pukul 19.30 WIB.

The Trading Floor merupakan proyek miniseri pertama yang diproduksi oleh Focus Television, rumah produksi milik aktor kenamaan Andy Lau. Yang menarik ialah, The Trading Floor merupakan serial yang sepenuhnya berbahasa Canton dan Mandarin dengan subtitel Bahasa Indonesia dan diangkat dari situasi nyata perdagangan saham di Hong Kong.

Dipercaya memproduseri The Trading Floor, Andy Lau menggaet sutradara papan atas Hong Kong KK Wong. Serial berjumlah 5 episode ini juga didukung oleh artis senior yang telah dikenal kepiawaiannya di dunia layar lebar seperti Francis Ng, Maggie Cheung Ho-yee, Joseph Chang, Jacky Cai, Carlos Chan, serta penampilan spesial dari Patrick Tam.

Selain bekerja sama dengan Andy Lau, Fox Networks Group juga menggandeng Tencent Penguin Pictures, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi terbesar di China.

Dalam konferensi pers dan Screening The Trading Floor di Hong Kong, Rabu (23/5), Andy Lau mengatakan apresiasinya terhadap Fox Networks Group untuk mengangkat sisi lain dari dunia trading yang tidak banyak diketahui orang lain dan cenderung 'kotor.

"Memproduksi sebuah tayangan tentang Trading Floor  di Hong Kong adalah impian saya. Menyadari Fox Networks Group akhirnya mewujudkan keinginan tersebut saya sangat senang," kata Lau.

Maggie Cheung Ho-yee, artis senior Hong Kong yang menjadi salah satu tokoh penting dalam kisah The Trading Floor mengatakan terlibat dalam The Trading Floor merupakan pengalaman menarik baginya.

"The Trading Floor bercerita tentang stok market, dibutuhkan pengetahuan untuk memahami bidang ini karena kita menginvestasikan uang yang tidak sedikit. Karena itu, saya dan juga para artis pendukung lainnya juga menginvestasikan lebih banyak waktu untuk mempelajari tentang stok market," jelas Cheung.

Lesley Simpson, Marketing Manager Fox Networks Group Indonesia, dalam siaran persnya, mengatakan, The Trading Floor akan menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat Indonesia. Ada kedekatan budaya antara kisah dalam The Trading Floor dan tren program televisi saat ini, yang mana penonton menggemari hal-hal yang diangkat dari kisah nyata.

"Yang membedakan adalah The Trading Floor mengulas kisah nyata yang belum banyak diketahui masyarakat bahwa pasar saham bukan sekadar angka. Banyak hal yang terjadi di belakang layar, drama serta dunia dengan banyak permainan kotor. Apa yang ditampilkan dalam The Trading Floor bukan tidak mungkin juga terjadi di Indonesia mengingat situasi dalam pasar saham secara global itu sama. Kami optimistis serial ini memiliki potensi di pasar Indonesia," jelas Simpson.

Dikatakannya, Fox Networks Group bangga dapat bekerja sama dengan Andy Lau. Selain dikenal sebagai aktor multitalenta, Andy Lau juga terkenal profesional dan memiliki budaya kerja yang bagus.

"Selama proses produksi yang berlangsung selama tiga tahun, Andy Lau selalu memastikan semua berjalan sesuaI rencana untuk menjamin kualitas. Harapannya, tontonan ini dapat menjadi inspirasi bagi dunia sinematografi di Indonesia agar juga dapat menghasilkan tayangan-tayangan berkualitas," katanya. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More