Hacker Yahoo Asal Kanada Dihukum Lima Tahun Penjara

Penulis: Ellavie Ichlasa Amalia Pada: Jumat, 01 Jun 2018, 01:20 WIB Teknopolis
Hacker Yahoo Asal Kanada Dihukum Lima Tahun Penjara

Ist

SETELAH mengaku bersalah pada November, hacker asal Kanada yang terlibat dalam peretasan sistem Yahoo yang mengekspos hingga tiga miliar akun mendapat hukuman penjara selama lima tahun.

Menurut Departemen Keadilan, hacker berumur 23 tahun bernama Karim baratov ini melakukan serangan di bawah bimbingan dua agen dari FSB, badan mata-mata Rusia. TechCrunch melaporkan, kedua agen itu adalah Dmitry Dokuchaev dan Igor Sushchin.

Keduanya berada di Rusia, begitu juga dengan hacker asal Latvia, Alexsey Belan yang juga diduga terlibat dalam penyerangan pada Yahoo.

Mengingat ketiganya berada di Rusia, kecil kemungkinan mereka akan dikenai hukuman atas keikutsertaan mereka dapa peretasan Yahoo. Namun, kewarganeraan Baratov membuatnya lebih mudah untuk dihukum.

"Peran Baratov dalam konspirasi yang dituduhkan adalah meretas akun email dari orang-orang yang menarik perhatian rekan konspiratornya, yang bekerja untuk FSB dan mengirimkan password dari akun-akun tersebut ke Dokuchaev untuk mendapatkan uang," kata Departemen Kehakiman dalam kesimpulan dari keputusan pengadilan untuk Baratov.

PLT Jaksa untuk Distrik Utara California, Alex G. Tse mengeluarkan peringatan keras pada para hacker untuk tidak mengerjakan permintaan dari pemerintah asing.

"Hukuman yang dijatuhkan mencerminkan betapa seriusnya kejahatan sebagai hacker bayaran. Hacker seperti Baratov tidak pernah memikirkan tujuan jahat dari orang-orang yang mempekerjakan dan membayar mereka. Para hacker ini bukanlah pemain kecil; mereka adalah alat penting yang digunakan para kriminal untuk mendapatkan dan mengeksploitasi informasi pribadi secara ilegal," kata Tse.

Selain hukuman penjara, Baratov juga harus membayar denda senilai aset yang dia miliki, yang nilainya mencapai USD2.250.000. Sebagai bagian dari usahanya untuk meringankan hukuman, Baratov juga mengaku bahwa dia pernah meretas 11 ribu akun email sejak 2010 hingga 2017. (medcom/OL-6)
 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More