Akademgorodok, Silicon Valley di belantara Siberia

Penulis: Rizkie Fauzian Pada: Kamis, 31 Mei 2018, 23:25 WIB Ekonomi
Akademgorodok, Silicon Valley di belantara Siberia

Salah satu gedung pusat riset di 'silicon valley' pedalaman Siberia. gelio.livejournal.com/amusingplanet.com

WILAYAH dengan hutan rimbun sejauh tiga ribu kilometer dari Moskow, ini dikenal tempat terdingin di dunia. Suhu pada musim dingin yang berlangsung selama enam bulan, bisa mencapai minus 40 derajat celcius.

Dataran beku ini memang terlalu ganas untuk manusia. Namun di sisi lain itulah tempat terbaik menenangkan pikiran dan berkonsentrasi kepada pekerjaan atau penelitian.

Inilah dasar ide arsitek bernama Nikita Khrushchev untuk membangun Akademgorodok atau kota akademik. Kawasan yang disebut Silicon Valley-nya Rusia ini berada di tengah hutan di selatan kota Novosibirsk.

Di komplek yang pembangunannya yang dimulai pada 1950-an dan selesai sekitar 20-an tahun kemudian ini adalah 'rumah' bagi 35 lembaga penelitian dan medis, satu di antaranya adalah Novosibirsk State University. Agar layak dihuni manusia, maka dibangun pula apartemen, rumah, fasilitas seperti toko, hotel, rumah sakit, restoran, biokop, perpustakaan bahkan pantai buatan.

Pada puncaknya kejayaannya, Akademgorodok merupakan rumah bagi 65 ribu ilmuwan dan keluarganya. Sebagaimana dikutip dari amusingplanet warga masyarakat yang memiliki gelar doktor diberikan kemudahan seperti layanan pengiriman makanan khusus, akses lebih mudah, tempat tinggal sendiri.

Di masa pemerintahannya, Nikita Krushchev kerap berkunjung Akademgorodok yang punya standart hidup jauh di atas kota lain di Rusia, bahkan dunia. Sayangnya pemerintahan pada 1970-an punya kebijakan lain yang lebih mencampuri urusan riset yang sana.

Pada masa perang dingin itulah banyak ilmuwannya yang melarikan diri, bahkan membelot ke Eropa dan Amerika Serikat. Puncaknya ketia Uni Sovyet ambruk dihantam krisis ekonomi dan politik yang menyebabkan negara besar ini tercerai-berai.

Reformasi pula yang menyelamatkan Akademgorodok. Ratusan perusahaan multinasional mau menanam investasinya. Pada 1997 nilai investasinya baru USD 10 juta dan pada 2015 sudah lebih dari USD 1 miliar. Ada 300-an lembaga riset dan perusahaan IT bermarkas di sana dengan populasi sekitar 100 ribu orang. (medcom/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More