Indahnya Kerukunan di Labuan Bajo

Penulis: Micom Pada: Kamis, 31 Mei 2018, 07:45 WIB Tradisi
Indahnya Kerukunan di Labuan Bajo

MI/JOHN LEWAR

JELANG sore hari, warga nonmuslim di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, sibuk menyiapkan menu berbuka puasa di Lapangan Polsek Lama Komodo, Dusun Wae Kemiri, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.

Ada kue lapis, lumpia, es kelapa, es cendol, serta menu utama berupa soto, rendang, dan ikan bakar. Sajian menu buka puasa itu digelar dan diprakarsai kelompok pecinta klub sepak bola Barcelona Fans Club (BFC) se-Kabupaten Manggarai Barat.

Anggota BFC gabungan dari berbagai suku dan agama. Mereka yang nonmuslim menyajikan makanan khas Flores, Bugis, Jawa, dan Bali untuk sahabat muslim mereka. Koordinator Komunitas Blaugrana Labuan Bajo (BLB) Fans Club,Daniel Dolok, mengatakan kemanusiaan yang bernilai agama itu ditunjukkan sebagai kekuatan Bhinneka Tnggal Ika, ketika Pancasila pertama kali terlahir dari tanah Flores yang dicetuskan Presiden pertama RI Soekarno.

"Organisasi ini kumpulan anggota dari berbagai etnik, suku, dan agama membaur. Para penggemar BFC ingin menjaga Kota Pancasila dari Bumi Flores. Lembaga ini lebih banyak bergerak di bidang kemanusiaan. Nonpolitik," ujar Daniel yang didampingi Sekretaris BLB, Rola Jalesy, Minggu (27/5).

BFC, lanjutnya, telah berkiprah secara terbuka membantu meringankan dan bergerak di bidang kemanusiaan. Aksi kegiatan itu di lakukan dengan cara membantu merenovasi masjid-masjid dan tempat ibadah semua agama. Kepedulian itu, tambah Daniel, dibangun atas dasar sukarela bersama anggota. "Bakti renovasi tempat ibadah, pengobatan gratis. Memberi bantuan kepada panti asuhan. Semua anggota memberikan dari apa yang dibutuhkan lingkungan sosial kemasyarakatan," jelasnya.

Di tempat yang sama, Rola Jalesy menyatakan pentingnya membangun kebersamaan dari beragam etnik menuju keindahan, kemajemukan, dan menjaga keutuhan Pancasila.

Dalam menjalankan kegiatan tersebut, lanjutnya, BFC yang baru berdiri satu tahun itu juga melibatkan anak anak usia dini supaya mereka dibina membangun mental dan wawasan kebangsaan agar tidak ugal-ugalan di jalan. Keharmonisan sosial diutamakan. "Kita menjaga agar tidak terjadi dikotomi antarwarga, menghilangkan paham radikalisme dengan cara hidup bertoleransi, dan hal-hal kegiatan positif yang bisa diterima di semua kalangan."

Warga di pesisir pantai Labuan Bajo 66% beragama Islam. Namun, warga di Labuan Bajo setiap tahunnya berbagi, terutama pada saat Ramadan. Kebiasaan itu terikat sejak dahulu kala. Dari sudut keturunan dan kawin mawin menjadikan mereka rukun. Uniknya kekompakan itu ditunjukan umat Katolik, Protestan, Hindu, dan Buddha dalam menyajikan menu berbuka puasa buat saudara-saudara muslim mereka.

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Sabtu, 20 Okt 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More