Allah Maha Pengampun

Penulis: Quraish Shihab Pada: Kamis, 31 Mei 2018, 07:00 WIB TAFSIR AL-MISHBAH
Allah Maha Pengampun

TAFSIR Al Mishbah episode kali ini membahas Alquran Surah Az-Zumar ayat 53-59. Intinya menceritakan saat Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW agar umat senantiasa berserah diri meski berlumuran dosa. Semua dosa bisa diampuni Allah.

Disebutkan, "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Ayat ini oleh ulama dinilai sebagai ayat yang paling memberikan ketenangan dan harapan kepada umat manusia. Pasalnya, tidak ada manusia yang tidak berdosa. Tidak ada pula yang bisa mengampuni dosa kecuali Allah.

Allah sendiri menyatakan, hamba-hamba-Nya yang sudah melampaui batas dalam dosa masih bisa diampuni. Beragam jenis orang berdosa. Ada yang berdosa tapi masih tidak terlalu buruk dosanya. Ada yang memiliki dosa kecil dan dosa besar.

Nabi Muhammad diperintahkan untuk menyampaikan kepada hamba-hamba Allah dengan memberi kesan atau menunjukkan rahmat dan kasih sayang Allah, betapapun berdosanya seseorang. Yang ditekankan ialah agar kita jangan berputus asa dari rahmat Allah karena Allah mengampuni semua dosa. Tidak ada dosa yang tidak diampuni-Nya jika seseorang mau bertobat.

Kita harus ketahui, ada dosa yang diampuni setelah manusia bertobat. Tetapi ada juga dosa yang diampuni walau seseorang tidak bertobat. Ada dosa yang Allah ampuni walaupun seseorang tidak melakukan kebaikan. Ada dosa yang walaupun dibawa mati, tetap diampuni Allah.

Itu karena Allah suka mengampuni. Allah senang memberi ampun, maka Tuhan Maha Pengampun atas aneka kesalahan. Ayat-ayat dalam Surah Az-Zumar ini memberi harapan yang sangat besar. Ini menandakan Tuhan berlaku adil.

Pada dasarnya, Tuhan itu pemberi rahmat. Karena itu, Allah patut dicintai atas sifatnya yang pemberi rahmat dan keadilan.

Dalam surah ini dikatakan, "Kembalilah, kepada Tuhanmu." Kembali itu berarti kita pernah pada satu posisi meninggalkan Allah. Misalnya kita menjauh dari Allah. Dia meminta kita untuk berserah diri. Seperti firman-Nya, "Serahkan dirimu kepada-Ku."

Itulah Islam yang pemberi rahmat. Allah banyak memberikan nikmat kepada kita. Sudah semestinya kita mengabdi kepada Allah dengan sempurna dan kita kembali menyerahkan diri kepada Allah.

Tetapi, Allah juga mengingatkan tidak ada yang dapat menolong kita dari siksa neraka selain Allah. Karena itu, ikutilah dengan sungguh-sungguh apa yang terbaik yang diturunkan Allah.

Allah juga memberi tuntunan, jika ada yang berbuat jahat kepada kita, balasan kejahatan itu akan setimpal. Akan tetapi, Allah juga mengatakan jika kita bisa memaafkan, akan lebih baik. Yang lebih tinggi lagi dari memaafkan ialah memberi. Berilah kebaikan bagi orang yang berbuat salah kepada kita, karena memberi lebih baik dari sekedar memaafkan. (Dhk/H-2)

 

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Sabtu, 23 Jun 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More