Alquran Pembawa Kebenaran

Penulis: Quraish Shihab Pada: Rabu, 30 Mei 2018, 11:25 WIB TAFSIR AL-MISHBAH
Alquran Pembawa Kebenaran

TAFSIR Al Misbah kali ini akan membahas Surah AZ-Zumar ayat 28 sampai 36. Ayat-ayat ini berbicara tentang Alquran. Allah SWT menguraikan bahwa dalam kitab suci ini Allah memberikan segala macam perumpamaan supaya manusia paham.

Ada hal-hal yang bersifat spiritual imateral yang mungkin sulit dipahami sebagian orang. Maka Allah buatkan perumpamaan lewat kata-kata dalam Alquran. Supaya mereka dapat mengerti, supaya mereka dapat sadar, bahwa ini adalah Alquran yang sebenarnya punya maksud jelas.

Bahasa Arab berbeda dengan banyak bahasa lain. Di antaranya, kosakatanya banyak. Semakin banyak kosakata, semakin jelas maksud yang dituju. Dia juga dapat terjangkau sesuai dengan tingkat pemikiran semua kalangan manusia.

Kosakata dalam Alquran mengandung penafsiran yang sangat jelas, tetapi dalam kosakata yang belum tentu ada di bahasa lain. Oleh karena itu, para ulama sepakat jika terjemahan padanan ayat Alquran bukan Alquran.

Alquran tidak bisa diterjemahkan. Jangankan dalam bahasa Indonesia, dalam bahasa Arab pun masih harus ditafsirkan, dan bukan dialihbahasakan.

Dibutuhkan pengumpulan pendapat manusia terhadap teksnya. Karena itu, tafsirnya bisa berbeda-beda karena hal itu merupakan pemahaman manusia, dan berdasarkan konteks yang mungkin bisa berbeda-beda.

Penafsiran itu bersifat relatif karena penafsiran tidak terlepas dari pengaruh yang menafsirkan. Kita harus bersyukur karena adanya aneka penafsiran itu menjadikan seorang muslim kaya dan dihadapkan pada aneka pilihan yang boleh jadi semuanya benar. Berpikir membuat manusia menjadi lebih kritis.

Hasil penafsiran boleh jadi semua benar karena setiap orang yang ingin menafsirkan Alquran memerlukan sejumlah syarat. Bahkan setiap ilmu juga memerlukan syarat, apalagi untuk menafsirkan Alquran.

Alquran bisa menyentuh jiwa dan nalar. Itu adalah keistimewaan Alquran. Maka Alquran tidak menyimpang dari kebenaran supaya manusia mau bertakwa.

Saya beri satu contoh isi ayat Alquran 'Tuhan Maha Esa'. Ada kisah tentang orang yang mempersekutukan Allah dan orang yang mengesakan Allah. Ada seorang yang mengabdi pada orang banyak, tetapi orang banyak tempat dia mengabdi berakhlak buruk dan saling berselisih.

Samakah orang yang mengabdi pada orang banyak dengan yang hanya mengabdi pada satu orang yang akhlaknya baik? Tentu berbeda.

Seseorang yang mempersekutukan Tuhan, hanya harus menyesuaikan kehendak Tuhannya dengan kegiatannya. Akan tetapi, jika tempat ia mengabdi itu terdiri dari banyak orang dan akhlak mereka buruk, sang pengabdi akan tersiksa. Ia mencoba mengikuti banyak perintah yang mungkin akan menyusahkan dan menyesatkan.

Jadi, mana yang lebih baik? Mengikuti satu yang Maha Esa, atau mengikuti pada banyak keburukan? Begitu kira-kira maksud isi dari Alquran. Sebenarnya mengikuti Tuhan Yang Maha Esa jauh lebih menenangkan jiwa seseorang.

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Senin, 20 Agu 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More