Esensial Tremor Bukan Parkinson

Penulis: (Pro/H-2) Pada: Rabu, 30 Mei 2018, 02:45 WIB Kesehatan
Esensial Tremor Bukan Parkinson

ilustrasi

KETIKA membahas tremor (bergetarnya bagian tubuh tanpa dikehendaki), masyarakat umumnya mengasosiasikan dengan parkinson. Padahal, ada juga penyakit lain yang gejalanya mirip, yakni esensial tremor. Penyakit ini, umumnya menyerang di usia lebih muda dan sangat mengganggu aktivitas.  

Berbeda dengan parkinson, esensial tremor terjadi saat seseorang melakukan aktivitas. Bukan ketika sedang diam seperti parkinson. "Jadi ini biasanya kelihatan ketika beraktivitas, seperti menulis, berbicara, memegang sesuatu," ujar Dokter Ahli Syaraf RS Bethsaida, Puspasari, dalam acara Kaikoukai Japan Medical Tourism, di Jakarta, Selasa (22/05).

Berbeda juga dengan parkinson, lanjut Puspasari, esensial tremor bukan bagian dari penyakit akibat usia lanjut atau degeneratif, melainkan penyakit genetik yang hingga saat ini belum diketahui penyebab pastinya selain faktor keturunan.
"Jadi, belum bisa dicegah karena memang sejauh ini studinya belum ada yang berhasil mengetahui penyebab lain selain genetik."

Esensial tremor umumnya membuat penderita kesulitan melakukan beberapa aktivitas rutin, seperti menulis, mengetik, hingga olahraga. Karena penyakit tersebut dapat menyerang pada usia yang masih produktif, yakni mulai 40 tahun, umumnya esensial tremor menjadi lebih mengganggu dan menurunkan produktivitas jika dibandingkan dengan parkinson yang menyerang lansia.

"Esensial tremor biasanya mulai muncul ketika orang menginjak usia 40 tahun. Laki-laki lebih banyak terkena daripada perempuan. Masih minim studinya mengapa laki-laki lebih banyak," imbuh Puspasari. Beberapa cara pengobatan dapat dilakukan untuk mengobati esensial tremor. Di antaranya dengan terapi obat oral. Namun, cara itu tidak akan dapat secara total menghilangkan gejala getaran, hanya meringankan.

"Kalau memang mau sepenuhnya dihilangkan harus melalui pembedahan atau dengan terapi ultrasound terfokus, tetapi terapi ultrasound belum ada di Indonesia. Harus ke beberapa negara maju seperti Jepang," papar Puspasari.

Ia menambahkan, peningkatan pemahaman akan penyakit tersebut sangat penting. Terutama bila memiliki gejala serupa esensial tremor. "Beberapa gejala tak lazim pada tubuh terkait getaran tanpa perintah otak atau tanpa disadari ketika memasuki usia 40 tahun harus segera dicurigai sebagai esensial tremor."

Saat mengalami gejala itu, dianjurkan agar memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bila tidak, kondisi akan dapat semakin parah dan membuat penderita semakin sulit melakukan beberapa aktivitas tertentu. (Pro/H-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More