Sambal Lokan yang Menggoda

Penulis: Micom Pada: Selasa, 29 Mei 2018, 15:10 WIB Tradisi
Sambal Lokan yang Menggoda

ANTARA

KEBERADAAN sambal lokan sebagai kuliner warisan turun-temurun di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, ternyata tidak hanya diminati masyarakat setempat. Warga luar daerah juga menyukai sambal itu, terutama saat Ramadan.

Seorang pemilik usaha sambal lokan di Kabupaten Mukomuko, Oswari, mengatakan, sambal lokan atau dalam bahasa daerah setempat disebut samba lokan, diminati oleh warga dari sejumlah provinsi.

"Pembeli sambal lokan ini berasal dari berbagai provinsi, yakni dari Kota Bengkulu, Jakarta, Palu, Lampung, Surabaya, Padang, dan berbagai daerah lainnya," ujarnya, Kamis (24/5).

Ia mengatakan, meskipun pengirimannya ke tujuan pemesan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari perjalanan darat, sambal lokan tidak rusak karena bisa tahan selama 10 hari di luar kulkas. Masa kedaluwarsa sambal berbahan dasar kerang tersebut semakin panjang apabila dimasukkan ke kulkas.

Pada hari-hari biasa Oswari rata-rata memproduksi 20 kilogram (kg) makanan yang rasanya mirip rendang tersebut. Sementara itu, pada Ramadan seperti sekarang, produksi sambalnya naik 100% menjadi 40 kg per hari.

Harga sambal lokan di tempat usahanya itu selama dua tahun terakhir dijual seharga Rp140 ribu per kg, atau mengalami kenaikan Rp20 ribu per kg bila dibandingkan dengan sebelumnya.

Meskipun begitu, minat para penikmat makanan tradisional itu dari dalam maupun luar daerah tidak terpengaruh. Kuliner khas daerah masih tetap diminati konsumen karena rasanya sejak dahulu sampai sekarang masih tetap sama.

Cita rasa sambal lokan dari waktu ke waktu tidak pernah berubah karena cara pengolahan kuliner warisan turun-temurun tersebut tetap sama, yaitu diolah secara tradisional. Salah satunya hingga kini sambal lokan dimasak menggunakan kayu bakar.

Proses pembuatan sambal lokan tergolong rumit. Lokan atau kerang kecil yang masih hidup direndam selama 24 jam untuk menghilangkan lumpur dan pasir. Setelah itu, lokan direbus dan dipisahkan dari kulitnya.

Daging lokan lalu dicuci empat kali, selanjutnya dikukus, kemudian dikeringkan selama 3 jam. Bumbu yang digunakan terdiri atas cabai, santan, garam, penyedap rasa, bawang merah, bawang putih, gula aren, daun salam, daun serai, daun kunyit, dan daun jeruk purut.

Sambal lokan hanya bisa ditemui di Kabupaten Mukomuko karena lokan atau kerang sebagai bahan baku hanya terdapat di daerah itu.

 

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Sabtu, 23 Jun 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More