Alquran Penuh Kebenaran

Penulis: Quraish Shihab Pada: Selasa, 29 Mei 2018, 14:47 WIB TAFSIR AL-MISHBAH
Alquran Penuh Kebenaran

TAFSIR Al Mishbah kali ini membahas Alquran Surah Az Zumar ayat 1-6. Ayat-ayat ini berisi pengukuhan kebenaran Alquran dan perintah agar manusia beribadah hanya kepada Allah SWT.

Disebutkan, Alquran diturunkan Allah yang Mahamulia dan Mahabijaksana. Terkait dengan istilah bijaksana, seseorang yang bijaksana tidak pernah ragu. Orang yang bijaksana bertindak tepat berdasarkan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Allah memiliki pengetahuan yang mantap.

Jadi, Alquran mengandung ilmu yang pasti benar. Bila semua yang diperintahkan di dalamnya dilaksanakan, itu akan mendatangkan manfaat bagi manusia. Sebagaimana firman Allah, "Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu wahai Muhammad suatu kitab yang penuh kebenaran."

Selanjutnya, Allah memerintahkan kita untuk menjadi muklis dalam beragama, yakni memurnikan ketaatan hanya kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya.

Terkait dengan agama, dalam bahasa Alquran agama ialah hubungan dua pihak, yang satu kedudukannya lebih tinggi daripada yang lain. Dalam hal ini, Allah berkedudukan lebih tinggi daripada manusia. Agama mencakup interaksi antara dua pihak. Interaksi itu haruslah harmonis. Kalau bisa, dalam interaksi itu kita bersahabat dengan-Nya.

Kita juga harus berinteraksi harmonis dengan makhluk lain, termasuk dengan hewan dan tumbuhan. Semakin harmonis hubungan kita dengan makhluk lain, kita semakin beragama.

Di dalam keberagamaan ada ibadah. Ibadah terbagi menjadi dua, yakni ibadah murni dan tak murni. Ibadah murni ialah ibadah yang tata caranya ditetapkan Allah, termasuk waktu dan kadarnya. Contoh ibadah murni salat, puasa, zakat, dan berhaji.

Sementara itu, ibadah yang tidak murni ialah yang tidak ditetapkan caranya, mencakup seluruh kegiatan yang dilakukan demi atau karena tuntunan Allah. Contohnya, berdandan. Berdandan bisa menjadi bentuk ibadah yang berpahala jika kita mendasarkannya pada perintah Allah agar kita tampil indah. Jadi, seluruh kehidupan kita hendaknya dikaitkan dengan tuntunan Allah agar terhitung sebagai ibadah.

Pada ayat berikutnya, Allah menyinggung orang-orang yang menyekutukan-Nya. Orang-orang itu menyembah berhala dengan dalih Allah terlalu tinggi sehingga mereka menggunakan berhala sebagai perantara. Terhadap orang-orang seperti itu, Allah menegaskan tidak akan mengantar mereka pada jalan kebenaran.

Allah juga menegaskan bahwa Dia tidak punya anak. Allah tidak membutuhkan anak karena Dia Mahasegalanya. (Sru/H-2)

 

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Sabtu, 23 Jun 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More