KTT Trump-Kim Tetap 12 Januari

Penulis: Denny Parsaulian Sinaga Pada: Senin, 28 Mei 2018, 05:00 WIB Internasional
KTT Trump-Kim Tetap 12 Januari

AFP

PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong-un menyatakan kembali komitmennya untuk 'merampungkan' denuklirisasi Semenanjung Korea dan rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kata Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, kemarin.

Di Washington, Trump mengisyaratkan bahwa persiapan untuk pertemuan tingkat tinggi dengan Kim sedang dibuat. "Semuanya berjalan dengan baik dan kami menanti KTT 12 Juni di Singapura. Kita lihat saja nanti," kata Trump di Gedung Putih, Minggu (27/5).

Moon dan Kim sepakat dalam pertemuan mengejutkan pada Sabtu bahwa pertemuan puncak Korut-AS yang kemungkinan akan dilaksanakan harus berhasil.

"Ketua Kim dan saya telah sepakat bahwa pertemuan pada 12 Juni diharapkan berlangsung sukses, dan ikhtiar kami bagi denuklirisasi Semenanjung Korea dan rezim perdamaian hendaknya tidak berhenti," kata Moon di Seoul, Korea Selatan, kemarin.

Pertemuan itu merupakan perubahan dramatis dalam sepekan dari keadaan naik-turun diplomatik yang melingkupi prospek untuk penyelenggaraan pertemuan puncak antara AS dan Korut, isyarat kuat bahwa kedua pemimpin Korea berusaha menghidupkan pertemuan untuk dilaksanakan.

Sebuah pernyataan dari kantor berita Korut KCNA menyebutkan Kim menyampaikan harapannya mengenai kemungkinan pertemuan yang Trump sebelumnya rencanakan.

 

Akhiri permusuhan

Moon, yang kembali ke Seoul pada Kamis pagi setelah bertemu Trump di Washington dalam usaha membuat pertemuan AS-Korut tetap berjalan, mengatakan ia menyampaikan pesan 'keinginan kuat' Trump untuk mengakhiri hubungan permusuhan dengan Korut dan mengupayakan kerja sama ekonomi bilateral.

Sementara itu, agar Kim tetap komitkmen kepada denuklirisasi, Moon mengakui Pyongyang dan Washington mungkin punya harapan berbeda. Dia mendesak kedua pihak mengadakan pembicaraan tingkat tinggi untuk menyelesaikan perbedaan.

Kim Yong-hyun, profesor studi Korut di Universitas Dongguk di Seoul, mengatakan Moon dan Kim bergerak cepat untuk meredakan krisis setelah pembatalan oleh Trump.

"Moon pada dasarnya membantu menyampaikan pesan dari Trump kepada Kim dan sebaliknya. Hal ini untuk lebih memuluskan proses dan melanjutkan negosiasi," katanya kepada AFP sembari menegaskan bahwa pertemuan Singapura jelas kembali ke jalurnya..

Sebelumnya, dalam surat yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, Trump memberi tahu Kim Jong-un pada Kamis (24/5) bahwa dia membatalkan KTT nuklir tersebut.

Keputusan Trump untuk membatalkan pertemuan telah membuat Korsel kecewa luar biasa karena ini merupakan kemunduran antara Washington dan Pyongyang.

Namun, ada sinyal lebih lanjut dari AS Sabtu bahwa pertemuan 12 Juni mungkin masih berjalan karena Gedung Putih mengatakan akan mengirim tim ke Singapura untuk mempersiapkan pertemuan. "Tim advance Gedung Putih untuk Singapura akan berangkat sesuai jadwal dalam mempersiapkan pertemuan," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders.

Selama bertahun-tahun, Trump dan Kim bersitegang tentang program senjata nuklir Pyongyang. Keduanya saling hina dan melemparkan ancaman perang menyusul pengembangan rudal Korut yang mampu menjangkau Amerika Serikat.

Perseteruan Trump dan Kim reda pada Mei 2018 dengan adanya kesepakatan antarkedua pemimpin itu untuk mengadakan pertemuan perdananya. KTT tersebut diharapkan sebagai peluang bersejarah bagi AS untuk membujuk Korut melepaskan persenjataan nuklir.  (AFP/I-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More